PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperluas promosi UMKM kuliner melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) 2026 tersebut mengusung konsep kompetisi yang memadukan edukasi dengan pengalaman transaksi digital secara langsung. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi sistem pembayaran digital dan pemahaman masyarakat mengenai pelindungan konsumen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan QJI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas penggunaan QRIS sekaligus memperkenalkan potensi kuliner lokal.

"Pemberian penghargaan diharapkan menjadi motivasi bagi peserta maupun masyarakat untuk terus berperan aktif mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran, memperluas penggunaan QRIS, serta memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Tengah," ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, ia menuturkan sebanyak 31 tim yang terdiri dari influencer, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), komunitas, dan masyarakat umum mengikuti kompetisi tersebut. Sebelum menjalankan misi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai QRIS, QRIS TAP, QRIS Antarnegara, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta pelindungan konsumen.

"Peserta kemudian turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat, mengajak transaksi menggunakan QRIS, memperkenalkan gerakan pelindungan konsumen PeKA (Peduli, Kenali, Adukan) dengan tagline "Kalau Ragu, Stop Dulu", serta mempromosikan UMKM kuliner lokal," bebernya.

Tidak hanya mempromosikan merchant kuliner yang sudah dikenal, peserta juga melakukan onboarding terhadap pelaku usaha kuliner yang belum menggunakan QRIS. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas ekosistem pembayaran digital hingga ke pelaku UMKM yang sebelumnya belum tersentuh transaksi nontunai.

Dampak tersebut bebernya tercatat cukup signifikan. Selama pelaksanaan QJI 2026, sebanyak 151 merchant berhasil bergabung sebagai merchant QRIS. Selain itu, 390 masyarakat memperoleh edukasi mengenai QRIS, termasuk QRIS TAP dan QRIS Antarnegara.

"Sebanyak 379 masyarakat juga mendapatkan pengalaman pertama bertransaksi menggunakan QRIS. Edukasi CBP Rupiah diberikan kepada 372 masyarakat, sementara edukasi pelindungan konsumen menjangkau 352 masyarakat," jelasnya. (MARINI/Y)