BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah diprakirakan bakal melintasi pekan yang sangat kering. Berdasarkan pemetaan meteorologi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian II Agustus 2026 (11–20 Agustus), hamparan wilayah Bumi Tambun Bungai hampir sepenuhnya terkunci dalam spektrum curah hujan kategori rendah.
Kondisi ini menempatkan mayoritas daerah di Kalimantan Tengah berada dalam kondisi atmosferik yang minim pasokan air harian. Peta prediksi BMKG menunjukkan sebagian besar kabupaten dan kota diguyur curah hujan yang sangat minim, yakni hanya berada pada rentang akumulasi 0 hingga 10 milimeter selama sepuluh hari ke depan.
Kawasan Kalteng bagian tengah, selatan, hingga pesisir pantai menjadi zona yang paling terdampak oleh penurunan intensitas presipitasi ini. Ketiadaan awan hujan yang signifikan mengindikasikan lonjakan risiko kekeringan lahan serta tingginya potensi kemunculan titik panas.
Kondisi yang sedikit berbeda hanya terpantau di sebagian kecil zona utara. Kabupaten Murung Raya, sebagian kecil Kabupaten Kapuas bagian utara, serta Kabupaten Gunung Mas bagian utara diproyeksikan masih menerima akumulasi hujan pada kisaran 10 hingga 20 milimeter.
Guna mencegah salah penafsiran publik atas data "hampir tanpa hujan" tersebut, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, memberikan penafsiran saintifiknya. Menurut Lian, kategori rendah bukan berarti atmosfer Kalteng tertutup total dari pembentukan awan hujan.
"Dari peta prediksi curah hujan Dasarian II Agustus ini, bukan berarti tidak ada hujan sama sekali di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Prediksinya masih ada potensi hujan, walaupun sifatnya hujan lokal maupun hujan ringan," jelas Lian Andriani.
Ia menambahkan, potensi hujan lokal berskala ringan tersebut dipastikan tidak akan menyumbang volume air yang signifikan. Kuantitas akumulasi presipitasi harian diperkirakan tetap berada di bawah ambang 10/mm untuk wilayah umum dan di bawah 20/mm untuk wilayah utara. (SABRIANOOR/j)









