TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Barito Timur yang seharusnya digelar pada 2025 masih belum terlaksana hingga memasuki 2026. Kondisi tersebut membuat DPD I Partai Golkar Kalimantan Tengah mengambil langkah organisasi dengan menunjuk Purdiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Barito Timur.

Purdiono yang merupakan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata DPD I Partai Golkar Kalteng sekaligus Koordinator Daerah (Korda) Barito, menerima mandat tersebut sejak 7 Agustus 2026. Penunjukan itu diarahkan untuk mempercepat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan Musda VI dapat segera dilaksanakan.

“Tugas saya mengantarkan sampai pelaksanaan Musda ke-VI Partai Golkar di Kabupaten Barito Timur yang secepatnya akan kita lakukan pada bulan Agustus ini,” ujar Purdiono yang juga Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalteng, Selasa, 11 Agustus 2026.

Purdiono mengatakan, setelah menerima mandat sebagai Plt, dirinya langsung melakukan berbagai persiapan dan koordinasi untuk mempercepat tahapan menuju Musda. Saat ini, komunikasi dengan DPD I Partai Golkar Kalteng terus dilakukan untuk mematangkan agenda tersebut, termasuk menunggu penetapan jadwal resmi pelaksanaan Musda.

Menurut Purdiono, keterlambatan pelaksanaan Musda di tingkat kabupaten menjadi alasan DPD I mengambil langkah taktis dengan menunjuk pelaksana tugas. Langkah tersebut sekaligus dimaksudkan untuk memastikan roda organisasi Partai Golkar di Barito Timur tetap berjalan sembari mempersiapkan forum musyawarah untuk menetapkan kepengurusan definitif.

Ia menegaskan, penunjukan Plt dari tingkat provinsi untuk menjalankan tugas organisasi di tingkat kabupaten memiliki dasar dalam aturan internal Partai Golkar. Karena itu, mandat yang diterimanya tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) maupun peraturan organisasi.

“Secara AD/ART dan peraturan organisasi, menunjuk Plt dengan jabatan setingkat di atas kabupaten/kota, yaitu pengurus di provinsi, tidak ada masalah,” tegasnya.

Purdiono menilai percepatan Musda VI memiliki arti penting bagi penguatan struktur internal Partai Golkar Barito Timur. Setelah memiliki kepengurusan definitif, partai diharapkan dapat menjalankan konsolidasi secara lebih terarah sekaligus menyiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang.

Menurut dia, penyegaran organisasi menjadi salah satu bagian dari agenda strategis Partai Golkar. Konsolidasi tersebut diperlukan agar seluruh struktur partai memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan program serta menghadapi kontestasi politik pada masa mendatang.

“Kita juga menyiapkan empat sukses Partai Golkar, yang salah satunya adalah penyegaran organisasi. Ini sangat penting agar kita siap memenangkan Pemilu maupun Pilkada,” pungkas Purdiono.

Dengan penunjukan Plt tersebut, Partai Golkar Barito Timur kini memasuki fase percepatan menuju Musda VI. Purdiono bersama jajaran terkait masih melakukan koordinasi dengan DPD I Partai Golkar Kalteng agar agenda yang tertunda sejak 2025 itu dapat segera mendapatkan kepastian jadwal dan terlaksana pada Agustus 2026. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)