PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility atau CSR.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan program CSR perusahaan sawit menyentuh sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan laporan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025, kata Rawing, porsi terbesar CSR perusahaan sawit diberikan untuk bidang pendidikan, yakni sekitar 76,25 persen.

“Perusahaan sawit di Kalimantan Tengah selalu berkontribusi terhadap CSR,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Selain pendidikan, program tanggung jawab sosial perusahaan juga diarahkan pada bidang sosial dan kemasyarakatan, termasuk pendidikan dan kebudayaan serta keagamaan.

Rawing mengatakan keberadaan program CSR menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap wilayah dan masyarakat di sekitar operasional perkebunan.

Menurut Dosen Ilmu Pertanian Universitas Kristen Palangka Raya ini, kontribusi sektor sawit terhadap pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya produksi maupun nilai ekonomi yang dihasilkan. Peran perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberadaan industri tersebut.

"Dengan luas perkebunan sawit Kalteng yang mencapai sekitar 1,58 juta hektare dan melibatkan lebih dari 218 ribu tenaga kerja, saya menilai industri sawit memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat," tutur Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi.

Karena itu, ia berharap kontribusi perusahaan melalui CSR dapat terus diperkuat dan diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)