BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan dilaksanakan di Aula Rapat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun fondasi pengelolaan pariwisata yang berbasis partisipasi masyarakat.
SK Pokdarwis diserahkan secara langsung oleh Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, kepada para pengurus Pokdarwis yang telah terpilih di masing-masing wilayah.
Penyerahan dokumen resmi ini menandai pengakuan sekaligus pengukuhan keberadaan kelompok sebagai mitra resmi pemerintah dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata lokal.
Iin Hendrayati Idris menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian terpadu dari upaya memperkuat fondasi kelembagaan di tingkat akar rumput.
"Dengan adanya status yang jelas dan terukur, setiap kelompok diharapkan dapat lebih tegas dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengelolaan, hingga pengawasan terhadap daya tarik wisata di lingkungannya masing-masing," ungkap Iin
Selain penyerahan SK, rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi pembinaan dan penguatan kapasitas kelembagaan bagi seluruh pengurus.
Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan organisasi, tata kelola administrasi, pengembangan produk wisata, pelayanan pengunjung, hingga strategi pemasaran yang dapat dijalankan secara mandiri maupun bersama-sama dengan pemerintah daerah.
Kepala Disparbudpora menegaskan bahwa peran masyarakat melalui Pokdarwis tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pembangunan pariwisata.
Masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata adalah pihak yang paling memahami potensi, keunikan, serta tantangan di lapangan sehingga keterlibatan aktif mereka menjadi kunci agar pariwisata benar-benar membawa manfaat yang merata.
"Diharapkan melalui pengukuhan dan pembinaan ini, setiap Pokdarwis di Kota Palangka Raya dapat semakin mandiri, terorganisir dengan baik, serta mampu menjadi motor penggerak yang kreatif dan inovatif dalam memajukan destinasi wisata yang berdaya saing, berbudaya, dan ramah bagi pengunjung maupun warga lokal," pungkasnya. (PATHUR/R)









