BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencatat lonjakan kasus diare akut hingga minggu ke-30 tahun 2026 melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, Rabu, 12 Agustus 2026 menyampaikan data kasus diare akut tersebut berdasarkan periode pelaporan hingga minggu ke-30.
"Pada minggu ke-30 tercatat sebanyak 183 kasus diare akut.Jumlah tersebut meningkat 59,1 persen dibandingkan minggu ke-29 yang tercatat sebanyak 115 kasus," jelasnya.
Jika dibandingkan dengan minggu ke-26 yang mencatat 69 kasus, jumlah kasus pada minggu ke-30 mengalami peningkatan sebesar 165,2 persen.
"Rincian kasus diare akut tercatat sebanyak 69 kasus pada minggu ke-26, kemudian 84 kasus pada minggu ke-27, 117 kasus pada minggu ke-28, 115 kasus pada minggu ke-29, dan 183 kasus pada minggu ke-30," jelasnya.
Jhonferi menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Dinkes Kobar adalah pemantauan kasus dan penguatan surveilans bersama puskesmas untuk mendeteksi perubahan tren lebih dini.
Dinkes Kobar juga menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat pemantauan dan respons dini serta surveilans bersama puskesmas.
Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memastikan makanan dan minuman higienis, menggunakan air bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Masyarakat juga diimbau tidak menunda layanan kesehatan jika mengalami diare, terutama bila terdapat tanda dehidrasi seperti lemas, haus berlebihan, mata cekung, dan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Karena pencegahan diare tersebut dimulai dari rumah," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









