PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kenaikan inflasi yang dipengaruhi sejumlah komoditas, khususnya kelompok makanan dan minuman, menjadi perhatian DPRD Palangka Raya.

Pasalnya, komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama masyarakat dan berpengaruh langsung terhadap daya beli.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman sekaligus menjaga agar pergerakan harga tidak membebani masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu memperkuat pemantauan terhadap perkembangan harga, terutama komoditas pangan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.

“Ketersediaan bahan pokok harus dipastikan aman. Jangan sampai pasokan terganggu kemudian harga naik dan akhirnya masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” ujar Khemal, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia mengatakan pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan ketika harga sudah melonjak. Pemerintah perlu melakukan pemantauan sejak dini terhadap pasokan, distribusi, hingga potensi kenaikan harga komoditas strategis.

Khemal juga mengingatkan bahwa angka inflasi yang tercatat saat ini merupakan perbandingan tingkat harga dengan kondisi pada Juli tahun sebelumnya.

Karena itu, angka tersebut perlu dilihat secara utuh dengan memperhatikan perkembangan harga komoditas dari waktu ke waktu.

TPID harus terus melakukan pemantauan di lapangan dan memastikan apabila terdapat komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, langkah antisipasi dapat segera dilakukan.

“TPID harus aktif memantau perkembangan harga. Yang kita jaga bukan hanya angka inflasinya, tetapi bagaimana daya beli masyarakat tetap terpelihara,” tegasnya.

Khemal berharap koordinasi antara Pemko, TPID, distributor, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya diperkuat sehingga pasokan bahan pokok tetap lancar dan harga dapat dikendalikan.

Ia menilai stabilitas harga pangan menjadi salah satu kunci menjaga kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada pendapatan harian. (MARINI/R)