PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Laporan masyarakat mengenai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan mulai menjadi perhatian DPRD Palangka Raya.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir yakni daging ayam di tingkat pasar.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal biasa.

Kenaikan harga komoditas pangan perlu segera dipantau agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

Menurut Khemal, daging ayam merupakan salah satu kebutuhan pangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat. Jika kenaikan harga berlangsung terus-menerus, dampaknya akan langsung dirasakan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

“Dari hasil laporan masyarakat, ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, termasuk daging ayam yang dalam beberapa pekan terakhir meningkat di tingkat pasar,” ujar Khemal, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia meminta TPID turun memantau kondisi harga secara langsung, tidak hanya mengandalkan data administratif. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dari tingkat pemasok hingga pasar.

Khemal menilai pengendalian inflasi harus dilakukan sejak muncul tanda-tanda kenaikan harga. Jangan sampai pemerintah baru mengambil langkah ketika harga sudah terlanjur tinggi dan masyarakat semakin terbebani.

“Ketersediaan bahan pokok harus aman dan distribusinya lancar. Kalau ada komoditas yang mulai naik, harus segera diketahui penyebabnya dan dicari solusinya,” tegasnya.

Ia berharap koordinasi antara Pemko, TPID, distributor, pedagang, dan pihak terkait diperkuat sehingga kenaikan harga daging ayam maupun komoditas pangan lainnya dapat dikendalikan.

Menurutnya, menjaga stabilitas harga pangan bukan hanya soal menekan angka inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan daya beli yang terjaga. (MARINI/R)