BORNEONEWS, Banjarmasin - Musibah kebakaran melanda sebuah bangunan rumah yang juga difungsikan sebagai kedai kopi di Jalan Kasuari, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026. Kobaran api yang cepat membesar menghanguskan sebagian besar struktur bangunan sebelum akhirnya berhasil dikuasai tim pemadam gabungan.
Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 09.27 WITA. Kepulan asap hitam pekat pertama kali terlihat membumbung tinggi dari area belakang bangunan kedai, sebelum akhirnya menjalar ke seluruh bagian atap dan interior tempat usaha tersebut.
Menerima laporan darurat dari warga, personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Banjarbaru langsung mengerahkan armada menuju tempat kejadian musibah (TKM). Petugas tiba di lokasi tidak lama setelah menerima laporan dan langsung melakukan upaya pengisolasian kobaran api.
Proses pemadaman di lapangan sempat mengalami kendala teknis akibat minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Posisi bangunan yang berada di kawasan permukiman padat membuat armada damkar kesulitan mendapatkan pasokan air secara langsung untuk menyuplai selang pemadam.
"Sumber air di lapangan cukup sulit didapatkan," ungkap relawan Ahmad.
Guna mengatasi kendala ketersediaan air tersebut, UPT Damkar Pemko Banjarbaru berkolaborasi dengan jajaran pemadam kebakaran swasta serta relawan BPK setempat. Bantuan unit armada tangki suplai air dikerahkan ke lokasi untuk memastikan pasokan air pemadaman tetap terjaga tanpa terputus.
Berkat kerja keras gabungan petugas damkar dan relawan, api berhasil dijinakkan sekitar 35 menit setelah upaya pemadaman masif dilakukan. Situasi di lokasi kejadian kemudian dinyatakan aman setelah petugas memutus potensi pemicu api susulan hingga kondisi tinggal menyisakan kepulan asap putih.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran yang menghanguskan kedai kopi tersebut. Mengenai penyebab pasti munculnya titik api serta total kerugian materiil yang ditimbulkan, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan otoritas berwenang. (SABRIANOOR/j)









