SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Warga menyoroti Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang mulai gersang saat musim kemarau berlangsung. Sejumlah area yang biasanya tampak hijau kini terlihat kecokelatan akibat rumput dan tanaman mengalami kekeringan.

"Kalau musim kemarau seperti ini, apakah memang tidak ada penyiraman atau pemeliharaan untuk tanaman di taman kota?" kata Ari, salah satu pengunjung, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pantauan di kawasan taman dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi rumput di sejumlah bagian mulai mengering. Daun-daun yang jatuh juga tampak menumpuk di beberapa area sehingga membuat suasana taman terlihat lebih gersang.

Persoalan tidak hanya terlihat pada kondisi tanaman. Sejumlah sampah masih ditemukan di beberapa titik, sementara beberapa tempat sampah tampak sudah penuh dan belum dikosongkan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang datang ke taman untuk berolahraga, bersantai maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Ia memahami rumput lebih cepat mengering ketika pasokan air berkurang. Namun, menurutnya, kondisi tersebut seharusnya diikuti dengan perawatan rutin terhadap tanaman dan kebersihan lingkungan taman.

"Daunnya banyak berguguran, rumput kering. Ditambah sampah di beberapa tempat. Jadi kelihatan semakin gersang dan kurang terawat," ujarnya.

Menurutnya, penyiraman secara berkala dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman di tengah cuaca panas. Sementara daun kering dan sampah yang menumpuk perlu segera dibersihkan agar kawasan tetap nyaman.

Ia berharap instansi terkait meningkatkan frekuensi perawatan, terutama selama musim kemarau. Penyiraman tanaman, pembersihan area taman dan pengangkutan sampah dinilai penting untuk menjaga fungsi ruang terbuka tersebut.

Taman Kota Sampit selama ini menjadi salah satu ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Lokasinya kerap menjadi tempat warga berolahraga, berjalan santai hingga berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, warga berharap kondisi taman tetap mendapat perhatian meski musim kemarau membuat sebagian tanaman mengalami kekeringan. Perawatan yang rutin dinilai dapat menjaga Taman Kota Sampit tetap asri dan nyaman digunakan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/j)