BORNEONEWS, Tokyo – Pemerintah Jepang melayangkan protes keras kepada Korea Utara setelah negara tersebut meluncurkan rudal balistik yang terbang sejauh sekitar 690 kilometer dan diperkirakan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan protes tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik lewat Kedutaan Besar Jepang di Beijing.
"Sehubungan dengan peluncuran ini, Jepang mengajukan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik via kedutaannya di Beijing dan mengutuk dengan keras," kata Koizumi dalam konferensi pers, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, Korea Utara meluncurkan setidaknya satu rudal balistik ke arah timur dari wilayah pantai timur negara tersebut pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 20.59 GMT.
Rudal itu diperkirakan mencapai ketinggian maksimum sekitar 90 kilometer dengan jarak terbang sekitar 690 kilometer.
Koizumi mengatakan rudal tersebut diperkirakan jatuh di Laut Jepang dan berada di luar ZEE Jepang.
"Belum ada laporan mengenai kerusakan pada pesawat terbang atau kapal," katanya.
Pemerintah Jepang masih menganalisis detail peluncuran dengan berkoordinasi bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Koizumi menegaskan konsultasi dengan kedua negara terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan memperoleh informasi lebih rinci terkait peluncuran tersebut.
Zona ekonomi eksklusif merupakan wilayah laut hingga 200 mil laut dari garis dasar pantai, di mana suatu negara memiliki hak atas pemanfaatan sumber daya alam serta kewenangan tertentu sesuai hukum internasional.
ZEE Jepang memiliki luas sekitar 4,47 juta kilometer persegi dan termasuk salah satu yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Sumber: Sputnik/ANTARA









