JAKARTA –

BORNEONEWS, Bogota – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kolombia bertambah menjadi 190 orang, sementara 1.679 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Asosiasi Ibu Kota Provinsi Kolombia atau Asocapitales menyebut korban meninggal tersebar di sejumlah kota yang terdampak parah.

"Sebanyak 190 orang meninggal dunia di sejumlah kota, yakni 95 orang di Cali, 81 orang di Pereira, sembilan orang di Quibdo, dan lima orang di Manizales," demikian pernyataan Asocapitales seperti dikutip RIA Novosti, Rabu, 12 Agustus 2026.

Sementara korban luka tercatat sebanyak 999 orang di Cali, 278 orang di Pereira, 174 orang di Armenia, 116 orang di Quibdo, serta 112 orang di Manizales.

Di Cali, ibu kota Departemen Valle de Cauca, sebanyak 239 orang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan. Selain itu, 180 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Gempa juga menyebabkan kerusakan luas pada bangunan.

Sebanyak 243 bangunan dilaporkan runtuh di lima kota yang mengalami dampak terparah, yakni Pereira, Quibdo, Manizales, Armenia dan Cali.

Kelima kota tersebut masih berada dalam status siaga merah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan.

Petugas juga masih melakukan pendataan kerusakan serta pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan infrastruktur di kawasan terdampak.

Gangguan turut terjadi pada sektor penerbangan. Penerbangan dari dan menuju tiga bandara masih dihentikan, sedangkan bandara di Manizales, Quibdo, Armenia, Cali dan Buenaventura telah kembali beroperasi.

Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026.

Episentrum gempa dilaporkan berada di dekat San Jose del Palmar, Departemen Choco.

Guncangan gempa dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia serta sejumlah negara tetangga.

Operasi pencarian masih terus dilakukan, terutama untuk menemukan warga yang dilaporkan hilang maupun terjebak di bawah reruntuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA