SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Relawan Milenial Tanggap Bencana Kelurahan Baamang Barat berjuang menahan laju api yang membakar sekitar 4 hektare lahan dan mulai mendekati permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Upaya pemadaman dilakukan relawan Baamang Barat bersama Wadanyon Yon TP 923/Mentaya saat patroli di wilayah Kelurahan Baamang Barat, khususnya kawasan Jalan Bumi Raya 1 yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan karhutla.

"Yang kami usahakan saat ini hanya memblok area kebakaran yang mendekati rumah warga. Luasan yang terbakar sekitar 4 hektare, sementara personel yang kami miliki tidak cukup untuk mengatasinya," kata salah satu relawan Milenial Tanggap Bencana Kotim Adi Wahyudi, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran. Selain itu, persediaan air di lokasi juga mulai menipis.

Meski demikian, relawan tetap berupaya melakukan pemadaman dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia. Mereka menggunakan sambungan lima selang untuk menjangkau area kebakaran di belakang rumah warga.

"Alhamdulillah di lokasi kebakaran ini kami bisa menggunakan sambungan selang sekitar lima selang. Satu selang rata-rata 30 meter, dikali lima hampir 150 meter kami masuk ke area belakang rumah warga," ujarnya.

Dengan peralatan tersebut, relawan berhasil melakukan pemblokiran sementara untuk menghambat pergerakan api. Namun, kondisi angin yang semakin kencang membuat pemadaman harus dihentikan. 

Adi mengatakan upaya penanganan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Alhamdulillah kami hanya bisa memblok dan mengatasi sebentar. Mungkin kami lanjutkan besok-besok lagi karena angin sudah mulai kencang, satu sisi membahayakan diri kami sendiri," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)