BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pemantauan kasus dan penguatan surveilans bersama puskesmas menyusul peningkatan kasus diare akut hingga minggu ke-30 tahun 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, Kamis, 13 Agustus 2026 menyampaikan tindakan tersebut dilakukan untuk mendeteksi perubahan tren lebih dini.
"Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), pada minggu ke-30 tercatat 183 kasus diare akut.Sebelumnya, pada minggu ke-26 tercatat 69 kasus, minggu ke-27 sebanyak 84 kasus, minggu ke-28 sebanyak 117 kasus, dan minggu ke-29 sebanyak 115 kasus," jelas Jhonferi Sidabalok.
Menurut Jhonferi Sidabalok, jumlah kasus pada minggu ke-30 meningkat 59,1 persen dibandingkan minggu ke-29.
"Sementara dibandingkan minggu ke-26, peningkatan mencapai 165,2 persen. Dinkes Kobar juga menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat pemantauan dan respons dini serta surveilans bersama puskesmas," jelas Jhonferi Sidabalok.
Jhonferi Sidabalok menjelaskan selain pemantauan kasus, Dinkes Kobar mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Penerapan PHBS yang disampaikan Dinkes meliputi cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, memastikan makanan dan minuman higienis, menggunakan air bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan. Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda layanan kesehatan jika mengalami diare, terutama bila terdapat tanda dehidrasi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/H)









