PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) mengajukan permohonan bantuan helikopter water bombing, kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini semakin meluas.

Permohonan tersebut disampaikan karena sejumlah titik api sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam. Selain itu, kondisi sumber air di lapangan juga mulai terbatas akibat mengeringnya parit-parit.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, mengatakan surat permohonan bantuan helikopter tersebut telah ditandatangani Bupati Kobar dan diajukan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Surat telah kami layangkan dan saat ini tengah diproses perihal bantuan helikopter water bombing. Karena saat ini titik api meluas dan mobil sulit menjangkau titik api. Tim gabungan saat melakukan pemadaman berjalan kaki membawa alat pemadam portabel," ujar Samuel di Posko Penanganan Karhutla, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, permohonan bantuan tersebut diajukan melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat.

Disampaikan, bahwa untuk kesiapan personel dan armada sudah sangat siap. Karena melibatkan TNI - Polri, Damkar, MPA dan relawan. 

Salah satu kendala utama dalam penanganan Karhutla saat ini adalah sulitnya mendapatkan sumber air. Sejumlah parit yang sebelumnya menjadi sumber air untuk pemadaman mulai mengering.

"Air susah didapat, parit-parit mulai mengering. Akses armada pengangkut air hanya mampu masuk sekitar 2 kilometer saja dari jalan utama," tuturnya.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih berat, terutama pada lokasi kebakaran yang berada jauh dari akses jalan utama. Tim gabungan terpaksa membawa peralatan pemadam secara manual untuk menjangkau titik-titik api.

Samuel juga menyampaikan kebakaran mulai terjadi di ruas jalan penghubung Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, khususnya pada Kilometer 11 hingga Kilometer 15.

Kawasan tersebut sebagian besar merupakan lahan gambut, sehingga penanganannya membutuhkan upaya lebih maksimal.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kobar telah mendirikan posko di ruas jalan tersebut. Posko itu menjadi salah satu titik pengendalian sekaligus memudahkan koordinasi tim dalam melakukan pemadaman.

"Api yang masih sulit dipadamkan saat ini di ruas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, kemudian Desa Bungur, serta di Kecamatan Arut Utara dekat perusahaan PT Korintiga Hutani," jelasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran. PT Korintiga Hutani telah menurunkan tim untuk membantu penanganan dengan dukungan peralatan pemadaman yang lengkap.

"Kami terus berkomunikasi dengan pihak perusahaan. PT Korintiga Hutani telah menurunkan tim dengan peralatan pemadaman lengkap," katanya.

Dengan kondisi titik api yang semakin sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air, BPBD Kobar berharap permohonan bantuan helikopter water bombing tersebut, segera mendapat respons dari pemerintah pusat sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih maksimal. (DANANG/R)