SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kodim 1015/Sampit meresmikan Jembatan Armco Garuda di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Jembatan tersebut dibangun untuk memperkuat akses masyarakat, termasuk pelajar yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengatakan, pembangunan Jembatan Armco Garuda merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat.

"Launching ini merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Jembatan Garuda yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat," kata Letkol Inf Dwi Candra, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia mengatakan, secara nasional program tersebut mencakup pembangunan 2.500 jembatan dan 3.000 titik air bersih. Di Kabupaten Kotim, pembangunan yang telah diselesaikan adalah Jembatan Armco Garuda di Baamang Barat.

Pembangunan jembatan tersebut berlangsung sekitar 1,5 bulan, mulai 24 Juni hingga 10 Agustus 2026. Tak hanya itu, Kodim 1015/ Sampit juga menguruk jalan gambut untuk mempermudah akses menuju jembatan.

"Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan pembangunan Jembatan Armco Garuda di Kelurahan Baamang Barat dengan waktu kurang lebih 1,5 bulan. Alhamdulillah sukses 100 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut dipilih karena jembatan lama yang digunakan masyarakat sebelumnya merupakan jembatan darurat dan kondisinya sudah tidak layak.

Jembatan tersebut juga menjadi akses penting bagi warga karena banyak dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang menuju SD dan SMP di sekitar wilayah tersebut.

"Jembatan yang lama ini adalah jembatan darurat, banyak dilewati oleh masyarakat dan khususnya anak-anak sekolah yang melaksanakan sekolah di SMP dan di SD yang terdekat," jelasnya.

Melihat kebutuhan akses yang cukup tinggi, Kodim 1015/Sampit kemudian membangun kembali jembatan tersebut menggunakan material Armco.

"Karena sangat membutuhkan untuk akses, makanya kita pilih untuk dibangunnya dari jembatan yang lama yang sudah tidak layak. Kita bangun menjadi Jembatan Garuda menggunakan bahan Armco," pungkasnya.

Sementara itu, Salma salah satu warga sekitar mengungkapkan, sebelumnya jembatan tersebut berupa kayu yang memang sudah tak layak dilintasi. Bahkan anak-anak sekolah harus turun dari sepeda untuk melewatinya. 

"Kami sangat bersyukur ada pembangunan ini. Dulu kondisinya memprihatinkan, anak-anak naik sepeda saja tidak bisa melintas dan harus turun, menuntun," kata Salma. (DEWI PATMALASARI/y)