BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya Dapil I, Khemal Nasery, meminta seluruh tenaga pendidik dan pengelola Sekolah Rakyat menjaga marwah Presiden Prabowo Subianto sebagai penggagas program tersebut.
Pesan itu disampaikan Khemal saat menjadi juru bicara reses Dapil I di Kecamatan Bukit Batu. Ia menilai Sekolah Rakyat merupakan program afirmatif yang membawa harapan besar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sehingga pelaksanaannya harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Kita harus menjaga marwah Presiden Prabowo Subianto sebagai penggagas Sekolah Rakyat. Jangan sampai ada tindakan atau perilaku oknum yang justru mencederai tujuan mulia program ini,” tegas Khemal, Kamis 13 Agustus 2026.
Ia secara khusus meminta tenaga pendidik dan pengelola memastikan keselamatan serta perlindungan anak menjadi prioritas, terlebih peserta didik mengikuti sistem pendidikan berbasis asrama.
Khemal mengingatkan agar tidak ada kekerasan maupun tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap peserta didik. Menurutnya, lingkungan Sekolah Rakyat harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak ini dititipkan untuk mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Jangan sampai kepercayaan orang tua dan pemerintah disalahgunakan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengawasan internal diperkuat, termasuk terhadap aktivitas peserta didik di lingkungan asrama. Setiap tenaga pendidik maupun pengasuh diminta memahami batas interaksi dan prinsip perlindungan anak.
Menurut Khemal, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan capaian pendidikan, tetapi juga oleh integritas para pengelolanya.
“Jaga nama baik program, jaga kepercayaan pemerintah, dan yang paling penting jaga anak-anak. Jangan sampai ada satu pun anak yang merasa tidak aman di Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (MARINI/Y)









