BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran lahan di Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 13 Agustus 2026, nyaris mengancam gedung walet yang berada tepat di sisi titik api.
Dari video yang beredar, kobaran api terlihat berada di lahan yang berbatasan langsung dengan bangunan gedung walet di Jalan Ali Badrun. Kondisi tersebut sempat dikhawatirkan membuat api meluas dan mengenai bangunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Akhmad Taufik mengatakan, kebakaran tersebut sudah ditangani oleh Pos Sektor Samuda.
Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 17.41 WIB. Setelah menerima laporan dan melakukan validasi, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pelapor melalui WhatsApp telah terjadi kebakaran lahan di samping gedung walet dan dikhawatirkan api meluas," kata Akhmad Taufik.
Objek yang terbakar merupakan lahan kosong atau semak belukar dengan luas sekitar 15 x 30 meter. Berdasarkan laporan Disdamkarmat Kotim, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arson atau pembakaran sengaja.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian situasi atau size up untuk mengetahui kondisi dan arah penyebaran api. Setelah itu, proses pemadaman langsung dilakukan.
Petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke area sekitar, termasuk bangunan gedung walet yang berada di dekat lokasi kebakaran.
Setelah kondisi dinyatakan aman, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 18.48 WIB dan personel kembali ke Pos Sektor Samuda.
Penanganan kebakaran tersebut turut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan, Redkar Desa Jaya Karet dan Polsek Jaya Karya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca kering yang membuat api lebih mudah menyebar," tandas Taufik. (DEWI PATMALASARI/y)









