SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkuat dengan penyediaan sumber air alternatif. Manggala Agni membuat sumur bor manual untuk membantu petugas menghadapi kebakaran, terutama di area gambut yang sulit mendapatkan pasokan air.

Sumur tersebut dibuat di Jalan Tjilik Riwut, sekitar pintu masuk Sagonta Kota, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Lokasi ini dipilih karena sumber air di sekitar kawasan karhutla terbatas.

Komandan Daops Pangkalan Bun Seksi Wilayah III Kalsel-Teng Binsar Oktavianus Togatorop mengatakan, keterbatasan air menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman karhutla di lahan gambut lebih sulit dilakukan hingga benar-benar tuntas.

"Ini karena wilayah ini kesulitan akses air untuk pemadaman karhutla. Ini juga yang mengakibatkan pemadaman api di lahan gambut sering tak tuntas," ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Lanjutnya, penyediaan sumber air di kawasan Baamang menjadi perhatian karena wilayah tersebut memiliki sejumlah lokasi rawan terbakar. Selain itu, kawasan tersebut berada di jalur penting menuju Trans Kalimantan dan Bandara H Asan Sampit.

"Karena atensinya di wilayah Baamang dulu karena akses jalan Trans Kalimantan dan bandara, jadi ini yang prioritas dulu," katanya.

Saat ini baru satu sumur bor yang dibuat di kawasan tersebut. Sumur itu memiliki kedalaman sekitar 24 meter dan sudah mengeluarkan air, meski alirannya belum terlalu besar.

Binsar mengatakan sumur tersebut memang diperuntukkan sebagai salah satu sumber air bagi kegiatan pemadaman karhutla. Keberadaannya diharapkan dapat memperpendek waktu petugas dalam memperoleh pasokan air saat berada di lokasi kebakaran.

"Harapannya petugas pemadam kebakaran dan BPBD bisa mengakses air tanpa harus mencari titik pengisian," imbuhnya.

Menurutnya, sumber air yang berada dekat dengan titik rawan kebakaran sangat dibutuhkan, terutama ketika api membakar lahan gambut. Karakteristik gambut membuat api tidak hanya menyebar di permukaan, tetapi juga dapat merambat di bawah tanah.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan pasokan air yang memadai, baik untuk mematikan api maupun melakukan pendinginan agar titik api tidak kembali muncul.

Manggala Agni masih melakukan pemantauan terhadap debit air dari sumur tersebut. Apabila pasokan air dinilai mencukupi kebutuhan operasional, sumur bor itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif dalam penanganan karhutla di wilayah Baamang. (DEWI PATMALASARI/y)