PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Persiapan Paskibraka Kota Palangka Raya menghadapi upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menyangkut ketepatan gerakan dan formasi. Kondisi kesehatan 32 anggota pasukan juga menjadi perhatian menjelang pelaksanaan tugas pada 17 Agustus 2026.

Sebanyak 16 putra dan 16 putri Paskibraka saat ini memasuki tahap akhir pendidikan dan latihan. Mereka dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Persiapan tersebut menjadi semakin penting karena kondisi udara Palangka Raya mulai terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Para pelatih bersama tim medis pun melakukan pemantauan terhadap kondisi fisik anggota selama menjalani latihan.

Asupan vitamin, kecukupan gizi dan hidrasi menjadi bagian yang diperhatikan untuk menjaga kebugaran anggota. Hal ini dilakukan agar para Paskibraka tetap mampu mengikuti seluruh rangkaian latihan sekaligus siap menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara.

Di sisi lain, latihan teknis terus digenjot. Para anggota telah menjalani latihan sejak sekitar dua bulan lalu, mulai dari baris-berbaris, pembentukan formasi, tata upacara hingga pemusatan latihan di asrama.

Pada Pasukan 8, sejumlah anggota dipercaya mengemban tugas penting. Callysta Gressya Angel dari SMA Negeri 2 Palangka Raya dipercaya sebagai pembawa baki pada prosesi pengibaran bendera pagi. Sementara Marsa dari SMA Negeri 5 Palangka Raya mendapat tugas sebagai pembawa baki saat penurunan bendera sore.

Adapun Zakharia dari SMAN 2 Palangka Raya dipercaya menjadi Komandan Kelompok Pasukan 8. Ia mengaku sempat gugup ketika pertama kali menerima tugas tersebut, namun yakin latihan yang telah dijalani menjadi bekal menghadapi upacara.

“Saya sempat kaget dan gugup saat pertama kali ditunjuk sebagai Danton Pokok Pasukan 8. Tapi saya optimis, semua latihan yang sudah kita jalani akan membuahkan hasil terbaik saat bertugas,” kata Zakharia dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pelatih Paskibraka Kota Palangka Raya, Brigpol Satrio Dwi Istanto, menegaskan bahwa tugas tersebut bukan sekadar menjalankan prosesi upacara. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan dan rasa cinta tanah air generasi muda.

“Momen ini bukan hanya penugasan, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan kebanggaan nasional bagi generasi muda,” ujarnya.

Dengan persiapan teknis dan pemantauan kesehatan yang terus dilakukan hingga menjelang hari pelaksanaan, Paskibraka Palangka Raya diharapkan mampu menunaikan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih secara maksimal, aman dan khidmat. (TESTI PRISCILLA/H)