PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan bagi para pekebun sawit sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing sumber daya manusia atau SDM perkebunan.

Menurut Adi, kelapa sawit memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Utara. Karena itu, pengelolaan perkebunan harus terus dikembangkan agar mampu menghadapi berbagai tantangan.

Ia menegaskan, peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan tidak lagi dapat mengandalkan pola-pola konvensional. Pekebun perlu memperbarui pengetahuan serta menerapkan teknologi dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan maupun data.

“Untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama secara konvensional,” kata Adi dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 171 peserta diminta memanfaatkan kesempatan untuk memperbarui wawasan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Adi juga berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada masing-masing individu. Ilmu dan pengalaman dari pelatihan diharapkan dapat diterapkan di kebun serta dibagikan kepada kelompok tani dan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Keberhasilan pembangunan perkebunan di Barito Utara berada di tangan SDM yang terampil, mandiri, dan terus berinovasi,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diharapkan memberikan bekal kepada para pekebun dalam menghadapi perubahan iklim, memilih bahan tanam berkualitas, menerapkan pemupukan secara tepat, hingga mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Selain itu, pekebun didorong menerapkan praktik budidaya berdasarkan ilmu pengetahuan dan data sehingga pengelolaan kebun menjadi lebih efektif dan efisien.

Dengan SDM yang terus belajar dan berinovasi, peningkatan produktivitas sawit rakyat di Barito Utara diharapkan dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada perluasan lahan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong perkebunan yang produktif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)