BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah, menyoroti tantangan geografis yang dihadapi tenaga pendidik, khususnya guru yang bertugas di wilayah pinggiran. Hal ini ditemukan saat melaksanakan reses diwilayah Dapil III Kecamatan Sebangau.
Menurutnya, jarak dan kondisi akses menjadi kendala tersendiri bagi guru ketika harus berangkat menuju sekolah untuk memberikan pembelajaran kepada siswa.
“Kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik, terutama guru saat berangkat mengajar. Karena itu, perhatian pemerintah harus merata dan tidak hanya terpusat di kawasan kota,” ujar Mukarramah, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya memperhatikan kebutuhan guru yang bertugas di wilayah pinggiran, termasuk dukungan transportasi dan akses menuju satuan pendidikan.
Menurutnya, pemerataan perhatian tersebut penting untuk menjaga kualitas pelayanan pendidikan. Jangan sampai perbedaan kondisi wilayah membuat guru maupun siswa di daerah pinggiran mendapatkan fasilitas dan dukungan yang lebih terbatas.
Mukarramah juga menilai dukungan terhadap tenaga pendidik merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pemerataan pendidikan.
“Guru di wilayah pinggiran memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik anak-anak. Karena itu, dukungan pemerintah juga harus diberikan secara proporsional sesuai tantangan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan setiap wilayah sehingga kebijakan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pemerataan pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemerataan perhatian terhadap orang-orang yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (MARINI/R)









