PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mendorong pemerintah daerah meningkatkan pelaksanaan penjaringan kesehatan secara rutin, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau.

Menurut Debora, kondisi udara yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

“Penjaringan kesehatan harus dilakukan secara rutin, terutama ketika kondisi udara Palangka Raya tidak sehat akibat karhutla dan musim kemarau. Kita perlu mengetahui lebih awal kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak,” ujar Debora, Jumat 14 Agustus 2026.

Ia menilai langkah tersebut penting sebagai bagian dari upaya pencegahan, bukan hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan.

Debora meminta Dinas Kesehatan bersama puskesmas memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak asap.

Pemeriksaan dapat diarahkan pada keluhan yang berkaitan dengan paparan asap, seperti gangguan pernapasan dan iritasi.

“Jangan menunggu kasus meningkat baru bergerak. Ketika kualitas udara mulai memburuk, pelayanan kesehatan harus ikut diperkuat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat serta menggunakan perlindungan yang sesuai.

“Pencegahan harus berjalan bersamaan dengan penanganan. Pemerintah menjaga kualitas lingkungan, sementara masyarakat juga menjaga kesehatan diri dan keluarga,” pungkas Debora. (MARINI/R)