PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Pada tahun akademik 2026, FKIP UPR menerima sebanyak 853 mahasiswa baru. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000 mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr Fendahapsari Singgih Sendayu, mengatakan meski jumlah mahasiswa baru menurun, minat masyarakat terhadap FKIP UPR masih tinggi.

“Alhamdulillah, FKIP UPR masih menduduki peringkat pertama dalam hal minat masyarakat untuk berkuliah,” ujar Fendahapsari dalam rilisnya pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, tingginya minat tersebut menjadi tantangan bagi FKIP UPR untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter mahasiswa.

Hal itu salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan PKKMB 2026 yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan kampus. FKIP UPR juga memasukkan program sosial FKIP Berdampak dalam rangkaian kegiatan mahasiswa baru.

Sebanyak 853 mahasiswa baru diajak mengikuti anjangsana dan penyaluran tali asih ke Panti Asuhan Imanuel dan Panti Asuhan Darul Amin. Bantuan yang diberikan meliputi ATK, pakaian layak pakai dan paket sembako.

Fendahapsari mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan semangat pengabdian kepada mahasiswa.

“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru FKIP tahun ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, FKIP Berdampak akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan. Kegiatan dapat berupa pendampingan pendidikan, literasi, pelatihan keterampilan dan edukasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, FKIP UPR tidak hanya berupaya menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang pendidikan, tetapi juga calon pendidik yang memiliki empati, solidaritas dan kepedulian sosial.(TESTI PRISCILLA)