PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mencatat 380 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama masa siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terhitung sejak 24 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dr Ellyana mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi laporan kasus dari seluruh kecamatan selama 20 hari masa siaga karhutla.

“Lonjakan pasien ISPA ini menjadi perhatian kami karena karhutla dapat memengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat,” kata Ellyana, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, pencatatan kasus dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat selama penanganan karhutla berlangsung.

Data tersebut juga menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk menyiapkan langkah antisipasi serta memastikan kesiapan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Ellyana meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika asap mulai pekat, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila kualitas udara memburuk.

Bagi masyarakat yang harus berada di luar ruangan dalam waktu lama, penggunaan kacamata pelindung turut dianjurkan untuk mengurangi paparan asap.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai dari rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih hingga beristirahat cukup.

“Masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih serta menghindari paparan asap,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau warga menutup pintu dan jendela rumah ketika asap pekat agar paparan ke dalam ruangan dapat dikurangi.

“Asap karhutla memang tidak selalu bisa kita hindari, tetapi dampaknya terhadap kesehatan dapat dikurangi dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan,” tutup Ellyana. (RETHA/j)