SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan kegiatan launching dan sosialisasi pemantauan pencemaran dan kerusakan air sungai melalui Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya (SIGAP Mentaya). 

"Kami meluncurkan inovasi SIGAP Mentaya belum lama ini. Itu sebagai upaya menghadirkan sistem informasi yang mampu mendukung pemantauan kualitas air Sungai Mentaya secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi," kata Kepala DLH Kotim Marjuki, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia menyebutkan pada launcing dan sosialisasi itu menghadirkan penggagas SIGAP Mentaya  Dr. Setyowati. Inovasi ini lahir melalui Proyek Perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan simulasi langsung penggunaan aplikasi SIGAP Mentaya yang berbasis situs web.

Marjuki menjelaskan, sistem ini diharapkan memperkuat kolaborasi antar pihak dalam menjaga kelestarian Sungai Mentaya, sehingga terwujud pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"Melalui inovasi tersebut, diharapkan kolaborasi dalam menjaga kelestarian Sungai Mentaya semakin kuat, demi terwujudnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan," tegasnya.

SIGAP Mentaya hadir sebagai solusi berbasis teknologi untuk memantau kondisi air sungai secara sistematis, sehingga deteksi dini terhadap potensi pencemaran maupun kerusakan lingkungan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (DEVIANA/j)