BORNEONEWS, Kuala Kurun – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
Penyaluran dilakukan melalui Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026 dengan menggandeng Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung.
Ketua PMI Gunung Mas Efrensia LP Umbing mengatakan, operasi tersebut ditujukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah berkurangnya sumber air selama musim kemarau.
"Dalam melaksanakan operasi ini kami bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung," kata Efrensia, Jumat, 14 Agustus 2026.
Efrensia yang juga Wakil Bupati Gunung Mas menjelaskan, distribusi air bersih mulai dilakukan sejak Senin, 10 Agustus 2026 dan masih berlanjut.
Penyaluran pertama dilakukan di Desa Tanjung Riu. Selanjutnya bantuan disalurkan ke Tumbang Lampahung pada Selasa, 11 Agustus, Tewang Pajangan pada Rabu, 12 Agustus dan Hurung Bunut pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam setiap pendistribusian, PMI Gunung Mas bersama Perumdam Maruang Duhung mengerahkan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Direktur Perumdam Maruang Duhung Hendra Toendan mengatakan pihaknya berkomitmen membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air selama kekeringan.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan membantu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu desa yang merasakan langsung dampak kekeringan adalah Tanjung Riu.
Kepala Desa Tanjung Riu Walter S Sindi mengatakan, sebanyak 186 kepala keluarga di desanya selama ini mengandalkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus.
Namun, musim kemarau berkepanjangan menyebabkan sumur bor warga mulai mengering.
Untuk mencuci, warga masih memanfaatkan Sungai Kahayan yang berada di sisi desa. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, sebagian warga terpaksa membeli air isi ulang.
"Bantuan air bersih dari PMI Gumas dan Perumdam Maruang Duhung sangat berarti bagi warga Tanjung Riu, apalagi diberikan secara gratis," kata Walter.
Distribusi air bersih tersebut akan terus dilakukan untuk membantu desa yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.









