JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan kebutuhan dasar hingga layanan psikososial bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penanganan dilakukan berdasarkan data tunggal untuk mengidentifikasi keluarga terdampak sekaligus memetakan kebutuhan di lapangan.

“Datanya sama dan kami bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kami lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, kami mendirikan safe house,” kata Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, bantuan disalurkan berdasarkan hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan yang dilakukan bersama pemerintah daerah.

Bantuan yang telah disiapkan antara lain makanan siap saji, tenda serta perlengkapan keluarga.

Untuk mempercepat distribusi, Kemensos juga mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke wilayah terdampak.

“Yang sudah kami salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda, perlengkapan keluarga, serta kami menurunkan SDM, Tagana, dan relawan yang bersama Kemensos melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Selain bantuan logistik, Kemensos menyiapkan safe house sebagai tempat perlindungan sementara bagi masyarakat terdampak karhutla.

Warga yang berada di lokasi tersebut juga mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar.

“Kita juga memberikan layanan psikososial bersama dengan Kemenkes berupa layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak,” ujarnya.

Untuk mendukung respons bencana, Kemensos mengoptimalkan 31 lokasi shelter yang tersebar di 16 provinsi dari Aceh hingga Papua.

Shelter tersebut dipersiapkan sebagai tempat evakuasi aman, pusat pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan dan psikososial serta lokasi koordinasi dan informasi.

“Soal tempat logistik atau lokasi shelter Kemensos berada di 16 provinsi, 31 lokasi shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira dukungan Kemensos, kami siap bekerja sama di bawah arahan Pak Menko PMK. Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB,” kata Gus Ipul.

Penanganan karhutla juga melibatkan TNI, Polri, Tagana, relawan serta kementerian dan lembaga terkait.

Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pada prinsipnya, kami akan memberikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos untuk semua keluarga terdampak, beserta dengan kementerian-kementerian yang lain,” ujarnya.

ANTARA