JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menghadirkan program studi dokter spesialis untuk pertama kalinya di 11 provinsi sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis di berbagai daerah.

"Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di 11 provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter umum, dokter gigi maupun dokter spesialis, terutama di wilayah yang jauh dari ibu kota provinsi.

Mengacu pada data Kementerian Kesehatan yang disampaikannya, sebanyak 474 kabupaten/kota masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum.

Kemudian, sebanyak 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi dan 481 kabupaten/kota memerlukan tambahan 55.712 dokter spesialis.

Kekurangan tenaga medis tersebut disebut banyak terjadi di kabupaten/kota yang jauh dari pusat provinsi, termasuk sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

"Untuk itu, kita harus mencari solusi, kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi dan dokter-dokter umum kita," ujar Prabowo.

Pemerintah, kata dia, terus memperluas kapasitas pendidikan kedokteran untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Prabowo menyebut pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis yang dikembangkan melalui perguruan tinggi maupun rumah sakit.

Penambahan kapasitas pendidikan dokter tersebut diharapkan mempercepat pemerataan tenaga kesehatan sehingga masyarakat di daerah yang selama ini kekurangan dokter dapat memperoleh pelayanan lebih baik.

Pidato tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

ANTARA