BORNEONEWS, Jakarta – Industri sistem pembayaran memperkuat kolaborasi untuk menghadapi percepatan transformasi digital sekaligus mengantisipasi meningkatnya risiko keamanan siber dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam Prima Executive Gathering (PEG) 2026 yang digelar PT Rintis Sejahtera (RINTIS), pengelola layanan switching Jaringan PRIMA, di Nusa Dua, Bali, 6 Agustus 2026.
Presiden Direktur RINTIS Abraham J Adriaansz mengatakan, perkembangan teknologi yang cepat menuntut industri sistem pembayaran tidak hanya berorientasi pada kinerja saat ini, tetapi juga membangun ketahanan menghadapi risiko di masa mendatang.
"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan lanskap risiko yang terus berubah, industri sistem pembayaran tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan kinerja hari ini, tetapi juga perlu membangun ketahanan untuk menghadapi tantangan di masa depan," kata Abraham dalam keterangan yang diterima Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, ancaman seperti serangan distributed denial-of-service atau DDoS hingga penyalahgunaan kecerdasan artifisial (AI) membutuhkan kemampuan adaptasi dan kesiapan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi antarpelaku industri dinilai penting agar inovasi sistem pembayaran dapat berkembang secara aman, andal dan berkelanjutan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meningkat sekitar empat kali lipat pada 2030 dibandingkan kondisi saat ini.
Namun, pertumbuhan tersebut juga diikuti berbagai tantangan, mulai dari peningkatan risiko siber, rendahnya literasi digital, penipuan, perlindungan konsumen hingga transaksi ilegal.
Kondisi itu membuat pembangunan infrastruktur pembayaran yang aman, tangguh, terintegrasi dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi semakin penting.
"Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pelaku sistem pembayaran," kata Filianingsih.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus mendorong terciptanya sistem pembayaran yang inovatif, inklusif dan andal.
PEG 2026 mengusung tema Beyond Tomorrow: Securing Progress - Accelerating in Unity dan diikuti sekitar 250 peserta dari regulator, asosiasi, perbankan serta penyedia jasa pembayaran nonbank.
Dalam forum tersebut, peserta membahas penerapan AI di sektor jasa keuangan, tata kelola data, keamanan, modernisasi infrastruktur, manajemen risiko hingga interoperabilitas sistem pembayaran seperti QRIS.
Pembahasan juga mencakup penanganan penipuan siber dan kepatuhan terhadap Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).
Kegiatan turut menghadirkan Prima Hub Nusantara yang menampilkan produk kerajinan dan kuliner UMKM binaan sejumlah bank daerah dengan transaksi menggunakan pembayaran digital.
Pada rangkaian yang sama, RINTIS bersama Biro Riset Infobank menggelar Prima Awards 2026. Sebanyak 30 mitra Jaringan PRIMA menerima penghargaan berdasarkan kinerja transaksi periode Juni 2025 hingga Mei 2026.
Chairman Infobank Media Group Eko B Supriyanto mengatakan penguatan sistem pembayaran nasional membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pelaku industri.
"Penguatan sistem pembayaran Indonesia bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan perjalanan yang membutuhkan komitmen berkelanjutan," ujar Eko.
ANTARA









