BORNEONEWS, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat literasi pembayaran digital di kalangan mahasiswa.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan mahasiswa baru menjadi sasaran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai sistem pembayaran digital.
Menurutnya, generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi sehingga dinilai menjadi kelompok strategis dalam mendorong penggunaan transaksi digital yang aman dan efisien.
“Mahasiswa baru menjadi sasaran penting dalam perluasan literasi pembayaran digital. Generasi muda memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan teknologi,” ujar Yuliansah, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna QRIS, tetapi juga memahami cara bertransaksi secara aman serta mengenali berbagai risiko dalam pembayaran digital.
Menurut Yuliansah, QRIS dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran makanan, transportasi hingga kebutuhan lainnya.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan QRIS untuk berbagai kebutuhan transaksi sekaligus memahami aspek keamanan dan perlindungan konsumen,” katanya.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting karena kampus menjadi ruang strategis untuk membangun kebiasaan transaksi digital sejak dini.
"Dengan literasi yang baik, perluasan penggunaan QRIS diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman dan bertanggung jawab," pungkasnya. (MARINI/y)









