PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perum BULOG bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan serta harga pangan di Kalimantan Tengah. Pengawasan dilakukan mulai dari gudang penyimpanan hingga ritel modern.

Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq mengatakan, pengawasan lapangan penting dilakukan untuk memastikan stok pangan yang tersedia di gudang dapat diteruskan kepada masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

“Stok yang kuat harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga,” kata Marga saat melakukan peninjauan di Palangka Raya, seperti dalam rilis pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran BULOG bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah mendatangi HiCermart Superstore Palangka Raya dan Gudang BULOG Bukit Tunggal.

Di ritel modern, tim mengecek ketersediaan dan harga beras premium. Sementara di gudang, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah komoditas yang menjadi bagian dari cadangan dan stok penyaluran pangan.

Hingga 12 Agustus 2026, BULOG Kalteng tercatat memiliki 17.892 ton beras, sekitar 958 ribu liter minyak goreng dan 121 ribu kilogram gula pasir.

Marga mengatakan, kondisi stok tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.

Meski demikian, ia menilai pengawasan distribusi tetap diperlukan agar kekuatan stok di gudang tidak hanya menjadi angka persediaan, tetapi benar-benar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, BULOG akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memantau perkembangan stok maupun harga pangan di lapangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan sekaligus mencegah terjadinya gejolak harga pangan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)