BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Rusdiansyah, menyampaikan sejumlah poin penting hasil reses Dapil III di Kelurahan Bereng Bengkel. Aspirasi masyarakat didominasi kebutuhan infrastruktur dasar yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Rusdiansyah mengatakan, terdapat tiga persoalan utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses. Pertama, perbaikan jalan poros dan jalan kampung yang menjadi akses penting bagi aktivitas warga.
Kedua, perbaikan sarana sekolah, meliputi selasar dan penimbunan halaman SDN 1 Bereng Bengkel. Kondisi halaman sekolah yang rendah menyebabkan genangan hingga banjir ketika musim hujan. Persoalan serupa juga disampaikan untuk SMPN 9 Satu Atap, terutama terkait penataan halaman dan selasar.
Terakhir, rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Bereng Bengkel untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Rusdiansyah, persoalan genangan di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan membuat lingkungan sekolah kurang nyaman bagi peserta didik.
“Masyarakat menyampaikan kebutuhan yang cukup mendasar, mulai dari jalan poros dan jalan kampung, kemudian kondisi halaman dan selasar sekolah yang perlu ditata, sampai rehabilitasi Pustu Bereng Bengkel,” ujar Rusdiansyah, Kamis 13 Agustus 2026.
Ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fasilitas yang disampaikan masyarakat sehingga penanganannya dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan prioritas.
Rusdiansyah juga menegaskan hasil reses bukan sekadar kegiatan menampung aspirasi, tetapi harus menjadi bahan perjuangan DPRD dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami akan membawa aspirasi ini untuk dibahas dan dikawal. Harapannya kebutuhan masyarakat di Bereng Bengkel dapat masuk dalam prioritas pembangunan sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Ia berharap, perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan dapat dilakukan secara bertahap sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Bereng Bengkel. (MARINI/y)









