BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama DPRD setempat menyepakati tiga sektor utama sebagai prioritas pembangunan dalam APBD 2027, yakni peningkatan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong mengatakan, penajaman prioritas dilakukan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD agar penggunaan anggaran lebih terarah pada kebutuhan dasar masyarakat.
"Pihak Banggar DPRD bersama pemerintah daerah sepakat melakukan penajaman prioritas pembangunan. Dari sejumlah misi strategis, fokus anggaran dikonsentrasikan secara ketat pada tiga sektor utama. Salah satunya peningkatan infrastruktur sebagai landasan kemudahan bagi aktivitas masyarakat," kata Jaya di Kuala Kurun, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan kualitas jalan, jembatan dan jaringan utilitas. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan publik.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menargetkan penyediaan pendidikan yang berkualitas, merata dan inklusif, disertai peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta penguatan karakter peserta didik.
Sementara pada sektor kesehatan, kebijakan anggaran diarahkan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dasar maupun rujukan, pengendalian penyakit serta promosi kesehatan kepada masyarakat.
Jaya mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Gunung Mas yang telah bersama-sama menjalankan proses penyusunan, pembahasan hingga penyempurnaan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD 2027.
Prioritas tersebut juga dinilai sejalan dengan program unggulan Tambun Bungai yang disusun pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing.
Program Tambun Bungai terdiri atas lima bagian, yakni Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat, Tambun Bungai Cerdas, Tambun Bungai Mandiri dan Tambun Bungai Bermartabat.
Menurut Jaya, fokus pada pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan sejalan dengan Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat serta Tambun Bungai Cerdas.
Ketiga program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, memperkuat pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Gunung Mas.
"Dengan demikian, diharap pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau," ujarnya.
Sementara itu, Banggar DPRD Gunung Mas telah menyatakan persetujuan terhadap Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Juru Bicara Banggar DPRD Gunung Mas, Iceu Purnamasari mengatakan, kondisi keuangan daerah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat, salah satunya dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran nasional dari pemerintah pusat.
Meski demikian, pemerintah daerah dan DPRD tetap mengarahkan anggaran kepada program yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Dalam postur Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Asli Daerah atau PAD diproyeksikan sebesar Rp76,8 miliar. Pendapatan transfer diperkirakan mencapai Rp964,9 miliar, sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp60,2 miliar.
"Sementara itu, proyeksi Belanja untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,08 triliun," kata Iceu.
Kesepakatan KUA-PPAS 2027 kemudian ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara kepala daerah dan pimpinan DPRD Gunung Mas.
Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan tahapan penyusunan APBD 2027 dengan tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan.








