JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Lima tim esports Indonesia mulai menjalani persaingan di Free Fire World Series Southeast Asia atau FFWS SEA 2026 Fall yang resmi bergulir mulai Jumat, 14 Agustus 2026.

Kelima wakil Indonesia tersebut adalah Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC dan RRQ Kazu. Mereka akan bersaing dengan 13 tim dari Thailand, Vietnam dan Malaysia untuk memperebutkan gelar juara Asia Tenggara.

Selain gelar regional, kompetisi ini juga menyediakan delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan atau coach Ady mengatakan, timnya memiliki modal kuat dari sisi kekompakan setelah cukup lama bermain bersama. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.

"Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir. Musim ini kami ingin bermain lebih rapi, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kesempatan lepas begitu saja," ujar Ady dalam keterangan tertulis.

Pekan pembuka FFWS SEA 2026 Fall berlangsung pada 14 hingga 16 Agustus 2026. Dalam setiap matchday, dua grup digabungkan menjadi satu lobi berisi 12 tim untuk bertanding dalam mode Battle Royale.

Bigetron by Vitality yang tergabung di Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B menjadi dua wakil Indonesia yang lebih dulu tampil pada Jumat.

Keduanya berada dalam satu lobi bersama sejumlah tim kuat Asia Tenggara, termasuk juara bertahan asal Vietnam Secret WAG serta Buriram United Esports dan All Gamers Global dari Thailand.

RRQ Kazu kembali dijadwalkan tampil pada Sabtu, 15 Agustus 2026 ketika Grup B dipertemukan dengan Grup C.

Pada hari yang sama, tiga wakil Indonesia di Grup C, yakni ONIC, EVOS Divine dan MBR Omega, juga memulai perjuangan mereka.

Ketiga tim tersebut kembali bermain pada Minggu, 16 Agustus 2026 bersama Bigetron by Vitality dari Grup A. Dengan skema itu, seluruh wakil Indonesia akan menjalani dua matchday pada pekan pertama dengan komposisi lawan berbeda.

Dari sisi komposisi pemain, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki musim ini dengan fondasi tim yang relatif stabil. Keduanya masih mempertahankan inti roster yang selama ini membawa mereka bersaing di level regional.

Sementara itu, EVOS Divine melakukan penyegaran dengan mendatangkan FaizMKS dan IKAL untuk menggantikan Rasyah dan Rey yang memilih rehat.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya EVOS Divine untuk kembali menemukan performa terbaik setelah meraih hasil kurang maksimal dalam sejumlah turnamen terakhir, termasuk EWC 2026.

ONIC juga melakukan perubahan roster dengan membawa kembali Geday serta merekrut pemain asal Thailand, Rattapoom Sunthalunai atau POOM.

Masuknya POOM menjadikan ONIC sebagai tim Indonesia pertama yang memasukkan pemain Thailand ke dalam roster kompetitif mereka.

ONIC memiliki catatan sebagai satu-satunya tim Indonesia yang pernah menjadi juara FFWS SEA setelah merebut gelar Spring 2025.

Namun, setelah pencapaian tersebut ONIC sempat gagal mengamankan tiket FFWS Global Finals 2025, tidak lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring dan absen dari EWC 2026 di Paris.

Sementara MBR Omega melengkapi lima wakil Indonesia setelah keluar sebagai juara Free Fire Nusantara Series atau FFNS 2026 Fall.

Tim tersebut diperkuat Muhammad Akbar atau BARA yang telah memiliki pengalaman tampil di sejumlah kompetisi internasional, di antaranya FFWS 2022, EWC 2024 serta FFWS Global Finals 2024.

FFWS SEA 2026 Fall akan menjalani Knockout Stage hingga 6 September 2026. Dari total 18 peserta, hanya 12 tim terbaik yang berhak melaju ke Grand Finals di Surabaya pada 19-20 September 2026.

Pada babak Grand Finals, seluruh peserta akan menggunakan format Champion Rush. Tim pertama yang mencapai 110 poin dan kemudian berhasil mendapatkan Booyah akan keluar sebagai juara FFWS SEA 2026 Fall.

ANTARA