BORNEONEWS, Pelaihari – Jembatan Garuda di Desa Handil Labuan Amas, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mulai dimanfaatkan masyarakat setelah resmi dibuka sebagai bagian dari program nasional pembangunan jembatan dan sumber air bersih.
Jembatan sepanjang sekitar 60 meter tersebut dinilai mampu memperlancar mobilitas warga, termasuk mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta aktivitas petani di kawasan perkebunan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Tanah Laut, Abdillah mengatakan, keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Handil Labuan Amas.
"Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi akses untuk memperlancar mobilitas, termasuk anak-anak menuju sekolah dan petani yang menjalankan aktivitas perkebunan," kata Abdillah di Pelaihari, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, jembatan tersebut membantu mengatasi salah satu kendala akses yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.
Dengan adanya jalur penghubung yang lebih baik, aktivitas harian warga diharapkan menjadi lebih mudah, terutama untuk kegiatan pendidikan dan perekonomian.
Peresmian Jembatan Garuda Handil Labuan Amas dilakukan secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi video yang diikuti dari sejumlah daerah.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan 2.500 Jembatan Garuda yang dikerjakan TNI dan 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polri.
Secara keseluruhan, terdapat 3.395 jembatan yang dibangun untuk mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pembangunan infrastruktur dasar menjadi bentuk kehadiran negara, khususnya bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat-pusat aktivitas.
"Negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik," ujar Prabowo.
Ia juga mengapresiasi TNI dan Polri yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Selain pembangunan ribuan jembatan, TNI Angkatan Darat juga disebut membangun sekitar 3.000 sumber air bersih bagi masyarakat.
"Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat," tegasnya.
Setelah mengikuti rangkaian peresmian nasional secara virtual, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tanah Laut bersama masyarakat melakukan pemotongan pita.
Prosesi tersebut menandai Jembatan Garuda Handil Labuan Amas resmi dapat digunakan untuk menunjang mobilitas warga serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
ANTARA









