BORNEONEWS, Tamiang Layang - Wakil Ketua I DPRD Barito Timur, Arianto S Muller meminta pihak perbankan gencar melakukan sosialisasi pengenalan perbedaan uang asli dan palsu kepada masyarakat.

"Sosialisasi bisa dilakukan melalui penyebaran pamflet atau brosur," kata Arianto kepada Borneonews.co.id, Rabu (11/3/2017). Saran Arianto ini menyusul banyaknya laporan adanya peredaran uang palsu pecahan Rp100.

Jika sudah disosilisasi maka masyarakat akan memiliki pengetahuan untuk membedakan uang asli dan palsu. Sebab saat ini peredaran uang palsu di wilayah Bartim sangat meresahkan dan merugikan orang banyak. (AMAR ISWANI/B-6)