Kerahkan Mobil Tangki 10.000 Liter hingga Helikopter, Tim Lintas Instansi Tuntaskan Karhutla di Petuk Ketimpun
BORNEONEWS, Palangka Raya — Tim gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah kembali menerjunkan personel untuk memadamkan karhutla di kawasan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.
Operasi dimulai pukul 10.28 WIB guna menindaklanjuti titik api yang sebelumnya belum padam total di lokasi berkoordinat 2°8’23”S 113°51’44”E.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining menegaskan penanganan di kawasan gambut dalam memerlukan kerja ekstra serta pemantauan berkesinambungan hingga benar-benar aman.
“Petugas di lapangan terus bergerak cepat melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, hingga pendinginan intensif. Kerjasama lintas instansi sangat krusial agar api di atas tanah gambut ini tidak meluas,” ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Operasi melibatkan personel Dalkarhutla dan tim pemadaman darat Dishut Kalteng, Masyarakat Peduli Api (MPA) Petuk Ketimpun, BPBD Kota Palangka Raya beserta Kalaksa BPBD, Satpol PP Kota Palangka Raya, serta didukung Helikopter Water Bombing BNPB.
Vegetasi berupa semak belukar, pakis, akasia, galam, sawit, dan purun membuat api cepat menjalar, menuntut respons cepat dan terpadu.
Tim mengerahkan satu unit mobil Slip On Ayaxx, satu unit mobil Single Cabin Hilux, satu unit mobil tangki berkapasitas 10.000 liter, mesin pompa Honda WL, dua unit Mini Striker, puluhan gulung selang, serta berbagai kelengkapan nozzle.
Sumber air dari parit berjarak sekitar 20 meter cukup mendukung operasi, namun karakteristik lahan gambut dalam membuat proses pendinginan membutuhkan waktu lebih lama.
Pemadaman dilakukan secara gabungan antara upaya darat dan pengeboman air dari udara. Meski demikian, lokasi masih menyisakan kepulan asap yang menandakan adanya bara tersembunyi di lapisan bawah permukaan sehingga belum dapat dinyatakan padam sepenuhnya. Pemeriksaan dan penyiraman berlanjut secara teliti demi mencegah api kembali muncul.
“Upaya pemadaman dan pendinginan akan terus kami lanjutkan. Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di sekitar lingkungan,” pungkas Agustan. (PATHUR/J)









