PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Kota Palangka Raya menghadapi tantangan tersendiri menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Selain dituntut menjaga ketepatan gerakan dan kekompakan formasi, sebanyak 32 anggota Paskibraka juga harus menjaga kondisi fisik di tengah munculnya kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah Kota Palangka Raya.

Pelatih Paskibraka Kota Palangka Raya, Brigpol Satrio Dwi Istanto mengatakan kondisi kualitas udara menjadi perhatian tim pelatih karena latihan dilakukan di ruang terbuka dengan aktivitas fisik yang cukup berat.

Menurut Satrio, penggunaan masker saat menjalani latihan fisik tidak selalu memungkinkan. Penggunaan masker dalam aktivitas dengan intensitas tinggi dapat membuat peserta lebih cepat merasa pengap dan berpotensi mengganggu kenyamanan pernapasan ketika melakukan formasi.

Karena itu, pengawasan terhadap kondisi kesehatan anggota ditingkatkan. Tim pelatih bersama tim medis juga memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan para peserta tetap terpenuhi selama menjalani pemusatan latihan dan karantina.

“Untuk menjaga kondisi, tim pelatih bersama tim medis meningkatkan pengawasan. Asupan vitamin diberikan rutin, menu makanan peserta dipantau agar kebutuhan gizinya terpenuhi, dan peserta diimbau memperbanyak konsumsi air putih,” ujar Satrio dalam rilisnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tim pelatih juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk. Jam latihan dapat disesuaikan dan durasi aktivitas fisik berat dikurangi untuk mencegah risiko gangguan kesehatan bagi anggota Paskibraka.

Di sisi lain, persiapan teknis terus digenjot. Hingga memasuki masa akhir pemusatan latihan, kesiapan Paskibraka disebut telah mencapai 80 hingga 90 persen.

Para anggota telah menguasai materi baris-berbaris, tata upacara dan peraturan penghormatan. Latihan selanjutnya diarahkan pada pemantapan gerakan, kekompakan formasi serta kesiapan mental menghadapi pelaksanaan upacara.

Sebanyak 16 putra dan 16 putri akan menjalankan tugas dalam upacara tingkat Kota Palangka Raya. Salah satu anggota yang mendapat tugas inti adalah Callysta Gressya Angel, siswi SMA Negeri 2 Palangka Raya yang dipersiapkan sebagai pembawa baki bendera.

Dengan pelaksanaan upacara tinggal dua hari lagi, kondisi kesehatan anggota menjadi bagian penting dari kesiapan keseluruhan pasukan. Tim pelatih memastikan pemantapan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kualitas udara.

Satrio berharap dukungan masyarakat turut diberikan kepada seluruh anggota Paskibraka yang akan mengemban tugas pada momentum peringatan kemerdekaan tersebut.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh anggota Paskibraka bisa tampil maksimal dan mengibarkan Merah Putih dengan sempurna,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)