BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 853 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian PKKMB 2026.
Tak hanya mengikuti pengenalan akademik dan kehidupan kampus, mahasiswa baru diajak turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan anjangsana ke Panti Asuhan Imanuel dan Panti Asuhan Darul Amin di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program FKIP Berdampak, yang diarahkan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perluasan manfaat PKKMB kepada masyarakat.
“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru FKIP tahun ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Fendahapsari dalam rilisnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, FKIP UPR menyerahkan bantuan berupa ATK, pakaian layak pakai dan paket sembako. Penyerahan tali asih dilakukan bersama perwakilan mahasiswa baru.
Fendahapsari menjelaskan, kegiatan sosial tersebut sengaja dimasukkan dalam rangkaian PKKMB untuk membentuk karakter mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa calon pendidik perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
“Momentum PKKMB kita manfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga dikenalkan dengan nilai kepedulian, solidaritas dan pengabdian,” jelasnya.
Ke depan, program FKIP Berdampak akan diarahkan menjadi kegiatan yang lebih berkelanjutan. Bentuknya dapat berupa pendampingan pendidikan, kegiatan literasi, pelatihan keterampilan maupun edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan. Ada kegiatan berikutnya yang sifatnya berkelanjutan,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









