BORNEONEWS, Jakarta – Nothing resmi memasarkan Nothing Ear (3a) di Indonesia sejak Juli 2026. TWS terbaru ini tidak hanya menawarkan fungsi mendengarkan musik dan menerima panggilan, tetapi juga membawa fitur perekaman audio langsung dari earbuds.
Setelah digunakan selama sekitar dua pekan, Nothing Ear (3a) menawarkan sejumlah keunggulan mulai dari desain khas transparan, kualitas suara yang solid, fitur Active Noise Cancellation (ANC), hingga Audio Snapshot yang menjadi salah satu pembeda utama di kelas harganya.
Desain transparan tetap jadi ciri khas
Nothing masih mempertahankan identitas desain transparan yang selama ini menjadi ciri khas produknya.
Bagian casing dibuat dominan transparan dengan area penyimpanan earbuds berwarna hitam. Sementara tangkai earbuds juga dibalut material transparan sehingga sebagian komponen di dalamnya terlihat.
Bentuk casing menyerupai kapsul persegi panjang dengan sudut membulat yang memberi kesan modern dan premium.
Namun, ukurannya terasa cukup besar dan tebal ketika dimasukkan ke dalam saku celana.
Nothing juga menyematkan indikator lampu untuk menunjukkan kondisi daya baterai tanpa harus membuka aplikasi.
Dalam paket penjualan tersedia empat ukuran eartip yang memungkinkan pengguna memilih ukuran paling nyaman sesuai bentuk telinga.
Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP54 sehingga cukup tahan terhadap keringat dan cipratan air ringan, termasuk saat digunakan berolahraga.
Suara jernih dengan bass lebih kuat
Nothing Ear (3a) menggunakan driver dinamis berukuran 12 milimeter.
Karakter suara yang dihasilkan cukup jernih dengan bass yang terasa kuat dan bertekstur. Nothing tampak memberikan perhatian lebih pada sektor frekuensi rendah sehingga musik terdengar lebih dalam.
Saat digunakan mendengarkan lagu dari berbagai genre, termasuk karya The Beatles dan Queen, vokal maupun instrumen tetap terdengar relatif seimbang.
Karakter suara tersebut juga terasa cukup nyaman ketika digunakan menonton film maupun video.
Pengaturan suara dapat disesuaikan melalui aplikasi Nothing X. Pengguna dapat melakukan pengaturan equalizer secara manual atau memilih konfigurasi yang tersedia dari komunitas Nothing.
Untuk kontrol, Nothing mengandalkan mekanisme pinch control dengan mencubit bagian tangkai earbud.
Respons kontrol tergolong akurat dan disertai bunyi sebagai tanda perintah berhasil diterima.
Sayangnya, Nothing Ear (3a) belum memiliki kontrol usap untuk mengatur volume secara langsung. Pengguna masih perlu mengandalkan ponsel ketika ingin menaikkan atau menurunkan volume.
ANC cukup efektif untuk penggunaan sehari-hari
Nothing Ear (3a) membawa fitur Active Noise Cancellation hingga 45 dB.
Fitur tersebut cukup efektif untuk mengurangi suara latar seperti dengung AC, kipas maupun suara percakapan ringan di kafe.
Namun, ketika digunakan di lingkungan sangat ramai seperti jalan raya, kemampuan ANC belum sepenuhnya mampu mengisolasi suara luar.
Sebagian kebisingan masih dapat masuk dan sedikit menutupi detail musik.
Meski demikian, untuk kelas TWS dengan harga sekitar Rp1 jutaan, performa ANC Nothing Ear (3a) masih cukup kompetitif untuk penggunaan sehari-hari.
Baterai hingga 42 jam
Dalam kondisi ANC tidak aktif, Nothing mengklaim earbuds mampu digunakan hingga sekitar 10 jam dalam sekali pengisian daya.
Ketika ANC digunakan, durasinya berada di kisaran enam jam.
Masing-masing earbud dibekali baterai 55 mAh, sedangkan charging case memiliki kapasitas 500 mAh.
Jika dihitung bersama casing, total waktu penggunaan diklaim dapat mencapai 42 jam tanpa ANC dan sekitar 25 jam dengan ANC aktif.
Nothing Ear (3a) juga mendukung pengisian daya cepat.
Pengisian selama sekitar lima menit diklaim dapat memberikan waktu penggunaan hingga satu jam dalam kondisi ANC tidak aktif.
Dalam penggunaan harian sekitar satu hingga dua jam per hari, daya baterai masih mampu bertahan cukup lama dan mendekati klaim produsen.
Audio Snapshot jadi fitur unggulan
Salah satu fitur paling menarik pada Nothing Ear (3a) adalah Audio Snapshot.
Fitur ini memungkinkan pengguna merekam suara langsung melalui earbuds tanpa harus membuka aplikasi di ponsel.
Nothing membekali perangkat dengan penyimpanan internal total 32 MB atau masing-masing 16 MB pada setiap earbud.
Untuk mulai merekam, pengguna cukup mencubit kedua earbuds secara bersamaan.
Menariknya, sistem mampu menangkap audio hingga 30 detik sebelum perintah perekaman dilakukan. Fitur tersebut berguna ketika pengguna terlambat menekan tombol rekam pada percakapan atau momen tertentu.
Nothing Ear (3a) juga dapat digunakan untuk merekam percakapan telepon maupun rapat dengan durasi hingga dua jam.
Hasil rekaman kemudian dapat tersinkronisasi secara otomatis ke aplikasi Nothing X setelah perangkat terhubung ke ponsel.
Pengguna dapat memutar ulang, membagikan rekaman hingga mengubah audio menjadi teks melalui fitur transkripsi.
Namun, layanan transkripsi otomatis hanya tersedia gratis selama tiga bulan pertama dengan batas penggunaan tertentu setiap bulan.
Setelah masa tersebut berakhir, pengguna perlu berlangganan Nothing X Pro apabila ingin tetap memakai layanan transkripsi.
Sementara fungsi dasar perekaman audio dan panggilan tetap dapat digunakan tanpa biaya tambahan.
Layak dipertimbangkan di kelas Rp1 jutaan
Nothing Ear (3a) hadir dalam empat pilihan warna, yakni hitam, putih, kuning dan merah muda.
Di Indonesia, perangkat tersebut dipasarkan dengan harga Rp1.699.000.
Dengan desain transparan yang khas, kualitas suara yang cukup baik, ANC memadai serta fitur Audio Snapshot, Nothing Ear (3a) menjadi salah satu pilihan menarik di kelas TWS Rp1 jutaan.
Perangkat ini juga tidak semata ditujukan untuk menikmati musik.
Fitur perekaman audio membuatnya memiliki nilai tambah bagi pengguna yang sering mengikuti rapat, mencatat materi pembelajaran atau membutuhkan perekaman suara secara cepat.
Nothing Ear (3a) telah tersedia di Indonesia sejak 27 Juli 2026 melalui kanal resmi Nothing dan mitra penjualannya.
ANTARA









