PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Tengah, Oto menghadiri pembukaan Festival Olahraga Disabilitas Tahun 2026 yang digelar NPCI Kabupaten Pulang Pisau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu, 15 Agustus 2026.

 Oto menegaskan festival tersebut bukan sekadar ajang pertandingan untuk menentukan pemenang dan yang kalah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi.

“Para atlet disabilitas telah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua tentang keberanian, ketekunan, kedisiplinan dan semangat pantang menyerah,” kata Oto.

Menurutnya, setiap latihan dan pertandingan yang dijalani para atlet merupakan bukti bahwa prestasi dapat diraih siapa saja yang memiliki kemauan dan semangat untuk berjuang.

Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Pulang Pisau memiliki sejarah prestasi atlet disabilitas. Salah satunya Tiwi dari Desa Badirih yang berhasil meraih medali perunggu pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2012 di Provinsi Riau dari cabang olahraga bulu tangkis.

“Ini menjadi salah satu contoh bahwa atlet dari Kabupaten Pulang Pisau juga mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Oto berharap melalui Festival Olahraga Disabilitas 2026, olahraga yang inklusif dapat semakin berkembang di Kabupaten Pulang Pisau. Para penyandang disabilitas diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, berprestasi dan mengharumkan nama daerah.

Ia juga mendorong NPCI Kabupaten Pulang Pisau sebagai induk organisasi olahraga disabilitas untuk terus aktif melakukan perekrutan dan penjaringan atlet potensial.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendataan, pendekatan dan sosialisasi dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, SLB/SKH, sekolah umum maupun instansi terkait lainnya.

“Bahkan perlu turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendekatan kepada penyandang disabilitas dan orang tua yang memiliki anak disabilitas,” katanya.

Menurut Oto, langkah tersebut penting untuk memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas agar tidak minder, bangkit dari keterpurukan dan mampu menggali potensi diri yang dapat dikembangkan.

Hal tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia termasuk penguatan peran penyandang disabilitas.

Festival tersebut mengusung tema “Kekuatan Dalam Keterbatasan, Bangkit dan Berjaya Demi Pulang Pisau Jaya”. Otto menilai tema tersebut memiliki makna penting karena menggambarkan harapan agar para atlet tidak menyerah terhadap keadaan.

Sebaliknya, keterbatasan diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk meraih prestasi, hidup mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi diri sendiri, keluarga, Kabupaten Pulang Pisau hingga bangsa Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Pemenuhan hak tersebut mencakup pendidikan, kesempatan kerja, kesempatan berorganisasi, olahraga hingga dukungan penganggaran melalui APBD maupun APBN.

Oto menambahkan, Pengprov NPCI Kalimantan Tengah memiliki tugas membina dan mengelola olahraga paralimpik di daerah. Pembinaan yang dilakukan telah mengantarkan sejumlah atlet penyandang disabilitas Kalimantan Tengah meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan dan doa masyarakat Kalimantan Tengah, pemerintah provinsi dan kabupaten, serta jajaran pengurus dalam pembinaan terhadap atlet penyandang disabilitas,” tuturnya.

Kepada para atlet yang mengikuti festival, Oto berpesan agar bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Festival tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus mempererat persaudaraan dan menambah pengalaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pendamping, panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga dukungan dan kepedulian kita terhadap olahraga disabilitas terus meningkat,” pungkasnya. (RETHA/y)