BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pulang Pisau menggelar Festival Olahraga Disabilitas Tahun 2026 di GOR Pandehen Bereng, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-24 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Pulang Pisau, Helina Yulianti mengatakan, festival tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan untuk menjaring bibit atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau.
“Kenapa kami mengadakan festival ini, salah satunya untuk menjaring atlet disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau. Ini juga pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Helina.
Menurutnya, terdapat sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam festival tersebut. Beberapa di antaranya ditujukan untuk menjaring atlet potensial di cabang olahraga paralimpik seperti bulu tangkis, boccia dan atletik, khususnya nomor lari sprint.
Helina menjelaskan, gagasan pelaksanaan festival muncul karena kegiatan olahraga khusus penyandang disabilitas belum pernah dilaksanakan sebelumnya, baik di tingkat kabupaten maupun sebagai bagian dari upaya pembinaan menuju tingkat provinsi.
Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk penghargaan terhadap keberadaan dan potensi penyandang disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau.
“Ini bentuk kita menghargai keberadaan mereka. Mereka juga mempunyai motivasi untuk bertanding dan berlomba,” katanya.
Menariknya, kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana meskipun Disbudporapar tidak memiliki anggaran khusus untuk pelaksanaan festival. Kegiatan digelar melalui kolaborasi dengan NPCI Kabupaten Pulang Pisau, memanfaatkan hibah NPCI serta dukungan dari sejumlah sponsor.
“Walaupun anggaran di dinas memang tidak ada, kegiatan ini tetap kami laksanakan berkolaborasi dengan NPCI. Kami juga mencari sponsor karena anggaran yang tersedia memang tidak mencukupi,” jelas Helina.
Ia berharap Festival Olahraga Disabilitas dapat menjadi kegiatan rutin dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, keberadaan festival tersebut bukan hanya berkaitan dengan olahraga dan prestasi, tetapi juga dapat memberikan semangat serta motivasi bagi penyandang disabilitas bahwa mereka memiliki ruang untuk berkarya dan berprestasi.
“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan semangat hidup mereka dan menunjukkan bahwa mereka dihargai di Kabupaten Pulang Pisau,” tuturnya.
Helina juga berharap ke depan terdapat kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, NPCI dan berbagai pihak dalam memberdayakan atlet disabilitas.
Ia menilai masih diperlukan sosialisasi mengenai keberadaan NPCI dan potensi olahraga paralimpik di Kabupaten Pulang Pisau. Penyandang disabilitas, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan.
“Jangan hanya melihat mereka dari sisi bantuan. Kita juga harus melihat potensi yang ada dan memberdayakan mereka,” pungkasnya. (RETHA/y)









