BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan perhatian lebih terhadap tenaga pendidik yang bertugas di wilayah pelosok dan pinggiran.
Menurut Arif, keterbatasan akses dan jarak tempuh menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menjalankan tugas. Karena itu, ia mendorong adanya dukungan transportasi yang dapat membantu guru tetap menjalankan kewajibannya secara optimal.
“Tenaga guru yang bertugas di pelosok perlu mendapatkan bantuan transportasi. Ini harus menjadi perhatian pemerintah dan bisa dianggarkan melalui dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah),” ujar Arif, saat dikonfirmasi Sabtu 15 Agustus 2026.
Ia menilai dukungan tersebut penting sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pendidikan. Jangan sampai kondisi geografis membuat guru yang bertugas di wilayah pelosok menanggung beban transportasi yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengajar di kawasan perkotaan.
Arif juga meminta pemerintah melakukan pendataan terhadap guru yang bertugas di wilayah dengan akses sulit agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Pemerataan pendidikan bukan hanya soal membangun sekolah, tetapi juga memastikan guru yang bertugas di wilayah pelosok mendapatkan dukungan yang layak,” tegasnya.
Ia berharap, usulan bantuan transportasi tersebut dapat menjadi bagian dari pembahasan anggaran daerah sehingga kebutuhan tenaga pendidik di wilayah pinggiran tidak terabaikan. (MARINI/y)









