PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menyoroti kendala sistem barcode dalam pembelian BBM subsidi yang masih bergantung pada ketersediaan listrik dan jaringan komunikasi.

Menurut Yudhi, ketika terjadi pemadaman listrik, sistem barcode membutuhkan waktu untuk kembali normal. Kondisi tersebut kerap diperparah oleh gangguan jaringan komunikasi sehingga proses pelayanan kepada masyarakat di SPBU ikut terganggu.

“Sistem barcode untuk pembelian BBM subsidi ini ketika listrik padam membutuhkan waktu untuk kembali normal. Apalagi kalau jaringan komunikasinya ikut terganggu, pelayanan kepada masyarakat menjadi terkendala,” ujar Yudhi, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Gangguan sistem berpotensi menyebabkan antrean panjang dan menghambat aktivitas warga.

Yudhi mendorong adanya solusi teknis agar sistem pembelian BBM subsidi tetap dapat berjalan lebih cepat ketika terjadi gangguan listrik maupun jaringan komunikasi.

Menurutnya, digitalisasi pelayanan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung dan sistem cadangan agar masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan ketika terjadi gangguan.

“Jangan sampai sistem digital yang seharusnya mempermudah justru menjadi kendala ketika infrastruktur pendukungnya bermasalah. Harus ada solusi dan sistem cadangan agar pelayanan tetap berjalan,” tegasnya. (MARINI/Y)