BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro meminta tenaga pendidik dan orang tua lebih aktif memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak menjadikan nama orang tua sebagai bahan ejekan maupun olok-olokan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kebiasaan saling mengejek dengan membawa nama orang tua dapat memicu konflik antarsiswa dan berpotensi berkembang menjadi perundungan.
“Guru maupun orang tua harus bersama-sama mendidik anak agar tidak menjadikan nama orang tua sebagai bahan ejekan atau olok-olokan kepada teman. Hal seperti ini perlu dicegah sejak dini,” ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.
Ia menilai pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga. Anak perlu diajarkan menghormati teman, menjaga ucapan, serta memahami bahwa setiap perkataan dapat berdampak terhadap perasaan orang lain.
Menurutnya, guru juga perlu segera merespons apabila menemukan kebiasaan mengejek antarsiswa agar tidak berkembang menjadi tindakan perundungan yang lebih serius.
“Anak-anak harus dibiasakan saling menghargai. Jangan sampai candaan yang dianggap biasa justru membuat teman merasa terhina atau tersinggung,” tegasnya.
Ia berharap, komunikasi antara sekolah dan orang tua terus diperkuat sehingga persoalan perundungan dapat dicegah dan lingkungan pendidikan di Palangka Raya semakin aman serta nyaman bagi seluruh siswa. (MARINI/Y)









