BORNEONEWS, Sampit – Aktivitas dini hari di sebuah kedai kopi di Jalan Ahmad Yani, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak diwarnai kemunculan seekor ular sanca batik. Reptil tersebut ditemukan bersembunyi di bawah kursi tempat karyawan bekerja.
Ular itu ditemukan di Tessea Jahe & Coffee, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 03.25 WIB.
"Karyawan mendatangi markas komando untuk mengonfirmasikan adanya ular di tempat mereka bekerja," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Akhmad Taufik, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Setelah menerima laporan, tim Rescue Disdamkarmat Kotim segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Petugas kemudian menemukan ular sanca batik berada tepat di bawah kursi yang digunakan karyawan.
"Sesampainya di lokasi, petugas mendapati ular berada di bawah kursi tempat karyawan bekerja," ujarnya.
Petugas langsung melakukan penanganan dengan hati-hati untuk mencegah ular bergerak ke tempat lain sekaligus menjaga keselamatan karyawan dan orang-orang di sekitar kedai.
Tak butuh waktu lama, ular tersebut akhirnya berhasil dievakuasi. Sekitar empat menit setelah petugas melakukan penanganan, ular berhasil diamankan dan dibawa ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim.
Kemunculan ular di tempat usaha pada dini hari itu menjadi kejadian yang cukup menarik. Kedai yang biasanya menjadi tempat pengunjung menikmati minuman dan bersantai justru kedatangan tamu tak biasa berupa satwa liar yang memilih bersembunyi di bawah kursi.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kemunculan ular, terutama jika berada di dalam rumah, tempat usaha atau lokasi yang banyak terdapat aktivitas manusia.
"Kalau menemukan ular, sebaiknya jangan ditangani sendiri apabila tidak memiliki kemampuan. Segera laporkan kepada petugas agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman," tambah Taufik.
Keberadaan ular di sekitar permukiman dan tempat usaha dapat terjadi ketika satwa tersebut mencari tempat berlindung atau berpindah dari habitatnya. Kondisi lingkungan sekitar juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat satwa liar masuk ke area aktivitas manusia. (DEWI PATMALASARI/y)









