BORNEONEWS, Tamiang Layang – Turnamen Biliar POBSI-924 Cup 2026 tidak sekadar menjadi arena adu ketangkasan para pebiliar. Kompetisi yang berlangsung di Kafe 179 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sekaligus membangun sinergi antara TNI, komunitas olahraga dan masyarakat.
Turnamen yang digelar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Barito Timur bersama Yonif TP 924/Uria Mapas tersebut diikuti 41 pebiliar. Mereka bersaing pada kategori Open Handicap (HC) selama dua hari, 15–16 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas, Kapten Inf Muhammad Ghufron Arif, secara resmi membuka pertandingan dengan melakukan sodokan bola pertama. Ia menilai kompetisi tersebut memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang.
"Turnamen bukan hanya mengejar kemenangan, tapi juga untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan antara panitia dengan masyarakat sehingga ke depannya kita saling mendukung setiap kegiatan yang positif sehingga Barito Timur semakin jaya," kata Kapten Ghufron.
Menurut dia, turnamen tersebut juga menjadi momentum bagi POBSI untuk menemukan bibit-bibit pebiliar potensial yang dapat membawa nama Barito Timur pada ajang yang lebih tinggi. Karena itu, ia mendorong para peserta memanfaatkan setiap pertandingan untuk meningkatkan kemampuan.
"Terlebih lagi turnamen ini untuk mencari bibit-bibit atlet yang akan mewakili Barito Timur pada event-event yang lebih tinggi," ujarnya.
Kapten Ghufron menambahkan, pertandingan seharusnya tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Proses bertanding menjadi bagian penting dalam mengasah bakat dan kemampuan atlet agar terus berkembang.
"Pelaksanaan lomba bukan sekadar mencari kemenangan tapi juga untuk mengasah bakat dan kemampuan agar terus berkembang," katanya.
Ia berharap POBSI-924 Cup 2026 berjalan lancar dan mampu melahirkan atlet-atlet biliar potensial dari Barito Timur.
"Semoga turnamen ini berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan calon-calon atlet biliar dari Barito Timur yang luar biasa," pungkasnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Frans Septiadi Hamel, mengatakan turnamen tersebut berawal dari rapat pengurus POBSI Barito Timur pada 30 Juli 2026. Dalam rapat itu, pengurus membahas persiapan menghadapi Porprov Kalteng 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus menyusun agenda rutin organisasi.
"Selain persiapan menuju Porprov 2026, kami juga membahas kegiatan turnamen rutin POBSI Barito Timur khususnya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Frans.
Dari pembahasan tersebut, pengurus kemudian menyepakati POBSI-924 Cup 2026 sebagai agenda tahunan dengan piala bergilir. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk kolaborasi POBSI Barito Timur dengan Yonif TP 924/Uria Mapas dalam mendukung perkembangan olahraga biliar di daerah.
"Kolaborasi POBSI Barito Timur dengan Yonif TP 924/Uria Mapas merupakan bentuk sinergi antara TNI dengan komunitas biliar Barito Timur," katanya.
Penyelenggaraan turnamen turut mendapat dukungan sejumlah pihak, yakni PT Rimau Group, PT Adaro Indonesia, Bank Mandiri, PT AEP Nusantara Plantation dan Kafe 179.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor yang telah mendukung kegiatan ini sehingga bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," ucap Frans.
Panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu per peserta. Sementara total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp6 juta, dengan rincian Rp4 juta untuk juara pertama, Rp1 juta bagi runner-up serta masing-masing Rp500 ribu untuk dua semifinalis.
Ketua POBSI Barito Timur, Hendroyono, mengatakan turnamen tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan atlet yang dilakukan organisasi. POBSI saat ini juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Porprov Kalteng 2026.
"Kami sudah melaksanakan kegiatan persiapan Porprov selama tiga bulan penuh. Dari 12 atlet yang kami rekrut, setelah disaring didapatkan sembilan atlet yang didaftarkan ke KONI. Setelah melaksanakan training center selama tiga bulan, ada empat atlet yang dipastikan akan dikirim ke Porprov Kalteng 2026," jelas Hendroyono.
Untuk meningkatkan kualitas atlet, POBSI Barito Timur bahkan mendatangkan pelatih dari luar daerah. Program pembinaan tersebut didukung melalui dana hibah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Hendroyono menegaskan POBSI tidak menjadikan perolehan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pembinaan. Organisasi lebih menitikberatkan pembentukan karakter, mental dan disiplin atlet melalui proses yang terukur dan transparan.
"Medali bukan menjadi target utama. Yang menjadi target utama adalah menciptakan atlet yang memiliki karakter, mental dan disiplin yang tangguh serta melalui tahapan-tahapan yang transparan, terbuka dan dilakukan secara standar," tegasnya.
Selain diikuti pebiliar Barito Timur, POBSI-924 Cup 2026 juga menarik peserta dari luar daerah. Pebiliar dari Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Hendroyono menilai keikutsertaan peserta lintas daerah memberikan nilai tambah bagi perkembangan olahraga biliar karena membuka ruang interaksi dan memperluas persahabatan antarkomunitas.
"Saya ingatkan bahwa juara bukan menjadi target utama, tapi bagaimana kita berkolaborasi bersama, membaur, saling mengenal, kemudian kita menciptakan teman dan persahabatan sehingga persahabatan kita semakin erat dan kegiatan olahraga kita juga semakin maju lagi di Kabupaten Barito Timur," katanya.
Ketua KONI Barito Timur, Muniko Kurniawan, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan POBSI-924 Cup 2026. Ia menilai POBSI telah menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kegiatan olahraga di daerah.
"Kami dari KONI Barito Timur mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini, terus terang saya sangat bangga kepada POBSI Barito Timur," ujar Muniko.
Muniko berharap dukungan terhadap kegiatan POBSI semakin luas, termasuk dari para pemangku kepentingan dan dunia usaha. Ia bahkan mendorong perusahaan seperti PT Rimau Group mengambil peran sebagai bapak asuh bagi POBSI Barito Timur.
"Artinya sekalipun bantuan yang diberikan tidak banyak namun namanya orang tua kepada anak pasti harus diberi," katanya.
Ia juga mengajak cabang olahraga lainnya mengikuti langkah POBSI dengan menggelar kompetisi sekaligus membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
"Besar harapan kami dari KONI bahwa kegiatan seperti ini juga bisa ditiru oleh cabang olahraga lain. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, sukses ke depan dan POBSI bisa mengadakan turnamen dengan skala yang lebih besar seperti turnamen se-Kalimantan Tengah atau se-Kalimantan," harapnya.
Dengan perpaduan kompetisi, pembinaan dan silaturahmi, POBSI-924 Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga tahunan. Turnamen ini menjadi ruang untuk mempertemukan atlet, komunitas, TNI dan masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya pebiliar potensial yang dapat mengharumkan nama Barito Timur pada tingkat provinsi hingga regional. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









