SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kecamatan Kota Besi dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap desa dan kelurahan.

Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah mengatakan, pembentukan Pokdarwis diharapkan dapat mendorong masyarakat mengenali dan mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing.

"Kami berharap nanti dari Dinas Pariwisata akan membentuk kelompok masyarakat sadar wisata. Jadi, setiap kelurahan dan desa yang ada di Kecamatan Kota Besi kita bentuk Pokdarwis," kata Ramadansyah, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak harus selalu bergantung pada program pemerintah. Potensi wisata yang tumbuh dari inisiatif masyarakat justru dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Ia menilai sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta aktivitas ekonomi masyarakat.

"Sehingga muncul keinginan dari masyarakat bersama pemerintah daerah membangun ekonomi. Pariwisata ini juga sangat luar biasa membangkitkan ekonomi, baik UMKM dan lainnya," ujarnya.

Ramadansyah mengatakan, pengembangan wisata di Kota Besi tidak hanya berfokus pada Pulau Hanibung. Desa dan kelurahan di kecamatan tersebut juga dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah membahas sejumlah program pembangunan fisik yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

"Harapannya setiap kelurahan dan desa masing-masing memiliki potensi yang bisa menjadi kunjungan wisatawan," katanya.

Salah satu potensi yang dinilai cukup kuat adalah tradisi Mandi Safar yang rutin dilaksanakan masyarakat setiap tahun. Menurut Ramadansyah, tradisi tersebut memiliki daya tarik karena tumbuh secara alami dari masyarakat.

Ia menilai tradisi lokal tersebut perlu dikemas tanpa menghilangkan nilai budaya yang selama ini melekat di dalamnya.

"Ini perlu kita kemas kembali. Munculnya dari masyarakat itu sendiri, tidak diprogramkan tetapi sudah berjalan tanpa dikomando. Ini potensi yang luar biasa dan perlu kita poles kembali sehingga menjadi tujuan wisata," jelasnya.

Ramadansyah menambahkan, peluang pengembangan pariwisata Kotim semakin terbuka dengan tersedianya akses transportasi udara menuju Sampit. Sejumlah maskapai telah melayani penerbangan dari dan menuju daerah tersebut.

"Transportasi luar sudah tidak terisolasi lagi. Sudah ada Sampit-Jakarta, Sampit-Surabaya, NAM Air dan Super Air Jet. Ini salah satu sarana transportasi ke Kotawaringin Timur," ujarnya.

Dengan akses yang semakin terbuka, ia berharap masyarakat dapat lebih aktif menggali potensi sumber daya alam dan budaya untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

"Kita tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya budaya yang bisa kita eksplor untuk menjadikan sebuah tujuan wisata di Kotawaringin Timur," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)