PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan kemandirian organisasi dalam menjalankan roda organisasi, termasuk dari sisi pendanaan.

Ketua Umum DPD IWAPI Kalteng, Asti Rizky Badjuri, mengatakan sumber pendanaan organisasi selama kepemimpinannya bertumpu pada iuran anggota, bukan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Asti menegaskan, sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Umum DPD IWAPI Kalteng, organisasinya tidak pernah meminta, menerima maupun mendapatkan dana hibah dari Pemprov Kalteng.

“Pendanaan organisasi kami bersumber dari iuran anggota. Sejak saya menjadi Ketua Umum IWAPI Kalteng, kami tidak pernah menerima, meminta maupun mendapatkan dana hibah dari Pemprov Kalteng,” tegas Asti, saat dikonfirmasi Minggu 16 Agustus 2026.

Menurut Asti, kemandirian pendanaan tersebut sejalan dengan karakter IWAPI yang berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) merupakan organisasi mandiri, nirlaba dan independen.

Prinsip mandiri berarti IWAPI menjalankan organisasi tanpa bergantung pada instansi tertentu maupun kekuatan politik.

Sementara sifat nirlaba menempatkan pemberdayaan perempuan pengusaha sebagai salah satu fokus utama organisasi.

Asti menilai kemandirian pendanaan juga penting untuk menjaga independensi IWAPI dalam menjalankan program dan memperjuangkan kepentingan perempuan pengusaha.

“Kami ingin organisasi tetap mandiri dan independen. Iuran anggota menjadi salah satu bentuk kontribusi anggota untuk menjalankan kegiatan dan roda organisasi,” ujarnya.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas kepada publik mengenai tata kelola organisasi IWAPI Kalteng, khususnya terkait sumber pendanaan.

Menurutnya, transparansi perlu terus dijaga agar tidak muncul persepsi bahwa kegiatan organisasi bergantung pada bantuan atau hibah pemerintah.

“Kami menjaga transparansi dan kemandirian organisasi. Fokus kami adalah bagaimana IWAPI dapat terus memberdayakan dan memperkuat perempuan pengusaha di Kalimantan Tengah,” pungkas Asti. (MARINI/R)